Hortensia, Si Cantik Yang Beracun Dari Asia Timur
- 14 Des 2024 13:36 WIB
- Kediri
KBRN, Kediri: Hortensia Flower atau bunga Hortensia atau Bokor adalah salah satu bunga tercantik di dunia. Bunga ini populer di tahun 1980-an. Bunga ini berasal dari Asia Timur terutama Korea, Jepang, dan China. Meski terlihat cantik, bunga ini termasuk jenis tanaman beracun karena mengandung Glikosida Sianogenik.
Mengutip dari laman Science Direct, Sabtu (14/12/2024), Glikosida Sianogenik merupakan metabolit sekunder tumbuhan yang dapat melepaskan gas HCN (hidrogem sianida) ketika terpapar enzim penghidrolisis β-glikosidase. Senyawa ini bisa membahayakan sistem endokrin, kardiovaskular, dan sistem syaraf manusia, apabila melebihi detoksifikasi metabolik.
Di sisi lain, kecantikan bunga hortensia menjadi primadona bagi banyak orang. Menurut legenda Jepang, Bunga Hortensia bermakna sebagai permintaan maaf dari kaisar Jepang yang telah mengabaikan wanita yang dicintainya karena urusan negara dan menunjukkan betapa ia sangat peduli padanya. Namun ada juga cerita di abad pertengahan, beberapa orang percaya bahwa wanita muda yang menanam bunga Hortensia tidak akan pernah menemukan pendamping hidup.
Menariknya, bunga hortensia dapat berubah warna sesuai pH tanah. Saat pH tanah di angka 4,5-5,5 yang berarti pJ tanah srdang dalam kondisi asam, bunganya akan berwarna biru. Hal ini juga dipengaruhi oleh ketersediaan aluminium di dalam tanah. Bunga hortensia juga bisa berwarna merah muda, biru, lavendel, atau campuran merah muda dan biru.
Sementara, jika pH tanah 6,0-7,0 yang artinya pH tanah dalam kondisi basa, bunganya akan berwarna merah muda. Selain itu warna biru pada hortensia dapat berubah menjadi merah muda dengan menambah tingkat keasaman tanah, caranya dengan menambah bubuk kopi, kulit jeruk atau kerak telur pada tanah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....