Pembenahan Stadion Brawijaya Dikebut Menjelang Musim Kompetisi

  • 25 Agt 2026 14:51 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Kediri – Pembenahan Stadion Brawijaya, Kota Kediri, terus dikebut menjelang musim kompetisi 2026/2027. Sejumlah fasilitas yang menjadi persyaratan pertandingan masih dalam tahap penyempurnaan, terutama pencahayaan, pemasangan single seat, serta beberapa infrastruktur pendukung lainnya.

Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) pertandingan Persik Kediri, Tri Widodo, mengatakan terdapat tiga aspek utama yang menjadi perhatian dalam pemenuhan standar stadion, yakni kondisi lapangan, pencahayaan, dan ketersediaan single seat. Untuk kondisi lapangan, perbaikan sebelumnya telah dilakukan dan dinilai memenuhi standar kompetisi.

“Kalau melihat catatan dari I-League, yang pertama tentu lapangan. Kondisinya sudah diperbaiki dan sekarang telah memenuhi standar untuk pertandingan Liga 1. Berikutnya adalah lampu dengan ketentuan pencahayaan 1.600 lux, kemudian yang ketiga adalah single seat,” ujar Widodo, Selasa, 25 Agustus 2026.

Dalam pembagian tanggung jawab, Persik Kediri menangani penyediaan kursi, sedangkan Pemerintah Kota Kediri selaku pemilik stadion bertanggung jawab terhadap sejumlah fasilitas, termasuk lapangan dan sistem pencahayaan.

“Kami membagi tugas. Persik menyiapkan kursinya, sementara Pemerintah Kota Kediri menangani lapangan dan pencahayaan,” katanya.

Untuk sistem pencahayaan, perbaikan dilakukan setelah sebelumnya terdapat delapan lampu yang mengalami gangguan. Enam lampu telah kembali berfungsi, sedangkan dua lainnya diketahui mengalami kerusakan pada bagian trafo dan masih dalam proses penanganan.

“Dari delapan lampu yang sebelumnya mati, enam sudah diperbaiki dan bisa menyala. Dua lainnya ternyata trafonya terbakar dan sekarang sedang ditangani dengan bantuan teknisi dari Philips. Mudah-mudahan semuanya bisa kembali menyala,” jelasnya.

Widodo mengatakan tingkat pencahayaan Stadion Brawijaya saat ini sudah mendekati standar 1.600 lux. Namun, pencahayaan pada area tribun masih menjadi perhatian karena terlihat lebih gelap ketika stadion ditampilkan melalui siaran televisi.

“Kalau seluruh lampu sudah menyala, pencahayaan sebenarnya sudah mendekati 1.600 lux. Hanya saja, area tribun masih terlihat lebih gelap di layar televisi, meskipun kalau dilihat langsung kondisinya masih terlihat,” katanya.

Selain pencahayaan dan kursi, pagar stadion masih menjadi pekerjaan yang perlu segera diselesaikan. Widodo menyebut penggantian pagar sebelumnya telah masuk dalam pembahasan dan anggaran, dengan rencana pengerjaan sekitar Maret atau April 2026. Namun hingga Agustus, pekerjaan tersebut belum terealisasi.

“Dalam rapat koordinasi sebelumnya disampaikan bahwa pagar sudah dianggarkan dan rencananya dikerjakan sekitar Maret atau April. Tetapi sekarang sudah Agustus dan belum terealisasi. Ini menjadi pekerjaan rumah karena kompetisi akan segera berlangsung,” jelasnya.

Widodo menegaskan Persik Kediri tetap akan menggunakan Stadion Brawijaya sebagai markas sepanjang kompetisi. Ia memastikan tidak ada rencana memindahkan pertandingan kandang ke stadion lain.

“Persik tetap bermain di Brawijaya. Ini rumah Persik, sehingga kami tidak akan pindah. Suporter tidak perlu khawatir karena Persik tetap bermain di Kediri,” tegasnya.

Ia berharap seluruh pekerjaan yang masih menjadi catatan, terutama penggantian pagar, dapat segera dituntaskan agar Stadion Brawijaya benar-benar siap digunakan untuk pertandingan kompetisi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....