Menjelang Lawan Arab, Kusnaeni Soroti Kesiapan Garuda

  • 06 Okt 2025 23:49 WIB
  •  Kediri

KBRN, Kediri: Hitungan hari menuju laga krusial kualifikasi Piala Dunia 2026, timnas Indonesia bersiap menghadapi Arab Saudi di Jeddah. Skuad asuhan pelatih Patrick Kluivert sudah tiba lebih awal untuk menjalani pemusatan latihan jelang laga pada 9 Oktober 2025 mendatang.

Menurut pengamat sepak bola nasional dan Dewan Pengawas LPP RRI, M. Kusnaeni, peluang Garuda tetap terbuka, meski penuh tantangan. Dalam program Dialog Pagi bersama RRI Kediri, Senin (6/10/2025), ia menilai dua lawan yang akan dihadapi Arab Saudi dan Iraq sama-sama sudah mengenal gaya permainan Indonesia.

“Ada keuntungan dan kerugian kalau lawannya sudah saling mengenal. Keuntungannya, kita tahu kualitas mereka. Tapi kerugiannya, mereka juga tahu cara main kita,” ujar Kusnaeni.

“Pertandingan tersulit nanti melawan Iraq, karena dari sejarahnya kita selalu kesulitan. Jadi kuncinya, kita harus bisa menang lawan Arab Saudi dan menahan Iraq,” tambahnya.

Sementara itu, beberapa pemain yang merumput di luar negeri baru bergabung setelah menyelesaikan agenda klub masing-masing. Kondisi ini membuat waktu untuk membangun chemistry jadi sangat singkat bagi Kluivert dan staf pelatih.

Kusnaeni menilai, seluruh pemain wajib tampil dengan determinasi tinggi, namun Ole Romeny bakal jadi kunci serangan timnas.

“Kalau dia bisa bermain seperti di kualifikasi sebelumnya, kita bisa berharap banyak. Tapi kalau fisiknya belum fit, misalnya hanya 60–70 persen, mungkin dia cuma bisa main 45–65 menit. Itu bisa kurangi daya dobrak kita,” ujarnya.

Ia juga menyoroti dua hal penting yang perlu dibenahi Garuda sebelum turun di lapangan: penyelesaian akhir dan mental ketika tertinggal lebih dulu.

“Finishing harus diperbaiki. Pelapis seperti Mauro dan Ramadhan Sananta belum menunjukkan progres maksimal di laga uji coba September kemarin. Masih terlihat struggle di depan,” ucapnya.

“Selain itu, kalau tertinggal di awal laga, kita sering kesulitan bangkit. Jadi harus main aman di 15 menit pertama sampai turun minum.”

Dengan dua laga berat melawan Arab Saudi dan Iraq, Indonesia memang butuh lebih dari sekadar strategi. Semangat, disiplin, dan ketenangan akan jadi senjata utama jika ingin menulis sejarah baru: lolos ke Piala Dunia untuk pertama kalinya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....