Ecoton Dorong Kemenag Uji Mikroplastik Pasangan Akan Menikah
- 26 Jul 2024 02:47 WIB
- Kediri
KBRN, Gresik: Aktivis Ecoton Gresik mendorong Kementerian Agama (Kemenag) melakukan uji mikroplastik kepada pasangan yang akan menikah.
Hal tersebut diserukan 25 aktivis yang tergabung dalam Ecoton Foundation, saat berada di depan gedung Kementerian Agama Kabupaten Gresik, Kamis (25/7/2024).
Pada waktu itu, para aktivis menggelar aksi teatrikal dengan mengenakan atribut boneka bayi yang terbungkus dalam toples yang terlilit plastik. Aksi ini menggambarkan, bahwa di dalam plasenta ibu hamil terdapat mikroplastik yang dapat mengganggu kesehatan janin.
"Harus ada pembaharuan dalam materi bimbingan perkawinan bagi calon pengantin termasuk uji mikroplastik, karena ini mengancam kesehatan reproduksi," kata Alaika Rahmatullah, koordinator Aksi Ecoton, dalam siaran persnya.
Diketahui, Indonesia menjadi salah satu negara dengan konsumsi mikroplastik tertinggi di dunia, yaitu mengkonsumsi 15 gram per bulan, atau setara dengan 1 kartu ATM dari studi Cornell University dalam jurnal Environmental Science & Technology. Untuk itu, sepanjang bulan Juli 2024, Ecoton telah melakukan penelitian mikroplastik pada udara di lima Kabupaten/Kota di Jawa Timur.
Hasilnya, kelimpahan mikroplastik tertinggi ada di Kabupaten Gresik dengan jumlah 26,21 partikel/2 jam. Sementara, mikroplastik pada udara berpotensi besar masuk ke tubuh manusia.
Lebih lanjut, Ecoton menilai mikroplastik sebagai bencana lingkungan dan kesehatan masyarakat.
Jika masalah mikroplastik tidak ditangani dengan serius, ini bisa menjadi bencana lingkungan yang lebih besar.
Mikroplastik telah menjerat tubuh manusia, Ecoton berhasil melakukan kompilasi penelitian mikroplastik dan hasilnya mikroplastik ditemukan pada feses sebanyak 17 partikel/10 gram partikelnya, plasenta ibu hamil 12 partikel/4 plasenta, pada sperma 0,45 partikel/mL, pada ASI (Air Susu Ibu) partikel/mL, pada paru-paru manusia 1,50 MP/g, pembuluh darah manusia 24,5 μg/mg plak, hati manusia 4,6 partikel/g, testis 15,52 partikel/g, urine dan ginjal 66 partikel.
Apabila mengabaikan masalah mikroplastik, hal ini dapat mengancam kesehatan dan kesejahteraan generasi mendatang. Mikroplastik layaknya magnet yang dapat menyerap dan mengikat polutan misalnya logam berat, bakteri maupun virus yang ada disekitar nya.
Sebagai informasi, plastik mengandung senyawa EDC yang dapat merubah fungsi sistem endokrin dan akibatnya berdampak negatif pada makhluk hidup dan keturunannya seperti gangguan reproduksi, perkembangan abonormal pada anak-anak, gangguan metabolisme seperti obesitas, diabetes bahkan sampai gangguan fungsi tiroid.
Selain itu, mikroplastik menurunkan kesehatan sperma, yaitu menyebabkan sperma tidak sehat dan sulit bergerak. Bahkan, sekitar 40 persen laki-laki mengalami masalah gangguan produksi sperma. Lebih lanjut, zat kimia pada mikroplastik yang masuk ke sistem reproduksi perempuan dapat mengakibatkan perubahan siklus menstruasi dan penurunan kesehatan reproduksi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....