Jawawut, Makanan Pokok Nusantara Lebih Bergizi dari Beras
- 14 Jul 2024 08:51 WIB
- Kediri
KBRN, Kediri: Jawawut, meski kurang populer, kini mulai dilirik masyarakat dan menjadi alternatif pilihan makanan pokok nusantara terhitung sejak harga beras mulai membumbung tinggi. Saat ini jawawut sudah banyak ditanam dan dibudidayakan guna memberikan support penuh terhadap program diversifikasi pangan di Indonesia, terlebih lagi kandungan gizi tanaman ini diyakini lebih tinggi dari beras.
Bicara history, jawawut telah digunakan oleh WNI sebagai makanan utama di era dulu, jauh sebelum masyarakat mengenal beras. Namun seiring berjalannya waktu dan tanaman padi mulai dikenal oleh warga disertai beras yang menjadi makanan pokok yang dikonsumsi sehari-hari, eksistensi jawawut pun mulai turun dan terlupakan.
Popularitas beras sebagai makanan utama yang memenuhi kebutuhan asupan karbohidrat menjadikan penanaman dan pembudidayaan jawawut oleh para petani semakin menurun drastis. Padahal kandungan gizi dan nutrisi yang terdapat dalam tanaman jawawut lebih banyak jika dibandingkan dengan tanaman padi.
Tanaman jawawut mulai masuk ke Indonesia sudah sangat lama, tepatnya 3000-an tahun silam dimana banyak pedangang asal Tiongkok berimigrasi ke beberapa daerah di Nusa Tenggara Timur, Enrekang, Pulau Rote, Kaluppini, hingga Pulau Sumba. Maka tidak heran jika masyarakat disana sudah sangat familiar dengan makanan pokok jawawut selain beras putih.
Jawawut memiliki banyak keunggulan yang bahkan tidak dimiliki oleh tanaman padi. Ia mampu tumbuh dengan sangat baik di lahan kering maupun semi kering, jenis tanah pasir hingga tanah liat. Tidak hanya itu, masa pertumbuhan jawawut hanya membutuhkan waktu 60 – 90 hari sehingga bisa dikatakan bahwa masa panen tanaman jenis ini sangatlah singkat.
Saat ini, pemerintah sedang menggencarkan Program Diversifikasi Pangan untuk mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap satu jenis makanan saja, beras salah satunya sebagai menu utama untuk melengkapi hidangan masakan setiap hari. Hal ini menjadikan jawawut yang diyakini memenuhi syarat untuk dikategorikan sebagai tanaman yang sukses mendukung diversifikasi pangan selain jagung dan ubi jalar.
RRI Kediri berkesempatan mewawancarai Caroline Wodhamosa (34), salah satu angkasawan yang berdinas di RRI Ende, Minggu (14/7/2024). “ Kami sudah lama mengkonsumsi jawawut. Kandungan karbohidratnya lebih menyehatkan dari beras karena tinggi serat jadi bagus untuk pencernaan. Kandungan gulanya rendah. Selain itu, kata petani lebih ramah lingkungan. Tapi kalau menurut saya sih, lebih ramah dikantong, “ kata perempuan berprofesi penyiar yang beberapa waktu lalu pernah diperbantukan di Pro 3 RRI Jakarta.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....