Tren Café Estetik Pinggir Sawah di Tepian Kota

  • 11 Jul 2024 09:48 WIB
  •  Kediri

KBRN, Kediri: Tren café bernuansa estetik pinggiran sawah beratmosfir menyatu dengan alam sedang marak di tepian Kota Kediri. Menjamurnya café berkonsep modern minimalis yang ada di Kota Tahu, sebutan untuk Kota Kediri, melahirkan ide-ide baru dan berbeda untuk memanfaatkan peluang berwirausaha kuliner yang geliatnya terasa tidak pernah mati bahkan kian berkembang.

Terlihat jelas bahwasanya dinamika dan ritme bisnis kuliner eksis dimanapun berada, tanpa terkecuali di Kota Kediri. Bahkan berbagai mekanisme dan inovasi untuk tetap bertahan dalam ketatnya kompetisi dunia wirausaha terus dilakukan oleh para pelaku bisnis kuliner, meskipun nyatanya tidak keseluruhan tempat kuliner yang hadir dalam konsep café, warung, restoran, kedai, gerai, hingga outlet, mampu terus bertahan.

Pasca pandemi covid-19 berlalu, dipastikan seluruh pelaku bisnis melakukan upaya pemulihan ekonomi melalui sektor wirausaha dan pariwisata setelah beberapa waktu lamanya sempat terpuruk akibat wabah virus corona. Proses pemulihan ini rupanya diikuti dengan banyaknya inovasi-inovasi dalam dunia usaha, tanpa terkecuali tempat untuk nongkrong sembari ngopi di tengah persawahan hijau dan jauh dari pusat keramaian kota.

Kota Kediri yang hingga saat ini masih memiliki area persawahan luas, khususnya di pinggiran kota, beberapa diantaranya telah dimanfaatkan untuk membuka café bernuansa pedesaan dengan animo pengunjung yang cukup ramai. Bahkan banyak juga pemilik café pinggir sawah yang tidak hanya menyediakan jasa penyedia makanan dan minuman, namun juga melayani sewa tempat di area café untuk family atau employee gathering, sesi foto pre-wedding, ruang rapat dan seminar, dan lain-lain.

Tidak hanya sekedar menikmati hangatnya secangkir kopi, mayoritas pengunjung café pinggir sawah yang berdatangan umumnya ingin merasakan vibes pedesaan yang asri sembari refreshing ditengah padatnya mobilitas sehari-hari yang mereka jalani. Terlebih lagi setiap café tepi kota selalu menawarkan keunikan masing-masing untuk memanjakan para pelanggannya dengan pelayanan prima yang tetap menjadi prinsip utama.

RRI Kediri berkesempatan menghubungi Ayu Artha (34), warga Gurah Kabupaten Kediri, salah satu pecinta kopi dan kuliner pinggir sawah dengan konsep café yang menawarkan daya tarik melalui unsur-unsur berbeda seperti eksterior vintage ala tempoe doeloe hingga modern dan glamour.

“ Saya kerja di Surabaya. pas pulang yang dicari ya ngopi pinggir sawah. Mau malam, mau siang, sama asyiknya. Kalau siang view hamparan padi kelihatan jelas, ada petani-petani juga. Kalau malam, khas bisa denger suara binatang-binatang malam yang bikin suasana makin beda, “ kata Ayu, sapaan akrab perempuan dengan satu orang anak ini.

Sebagai informasi, café pinggir sawah yang saat ini hits dan cukup menyita perhatian publik di berbagai segmen usia adalah ‘Kopi Teduh’. Café yang terletak di Kelurahan Manisrenggo, Kecamatan Kota, Kota Kediri ini memiliki lokasi strategis. Selain dikelilingi oleh persawahan, pengunjung juga bisa melihat kereta api yang melintas dari kejauhan sembari bersantai dan menikmati hidangan yang tersedia.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....