Menggali Sejarah Pancasila di Kediri

  • 30 Mei 2024 22:01 WIB
  •  Kediri

KBRN, Kediri: Banyak orang yang belum mengetahui bahwa lahirnya gagasan Pancasila yang di cetus oleh presiden pertama Republik Indonesia Ir. Soekarno ternyata berasal dari Kediri.

Kushartono, yang juga Ketua Harian Situs Ndalem Pojok Persada Soekarno Kediri menceritakan sedikit bagaimana sejarah lahirnya Pancasila berada di Kediri dalam program Kentongan dialog interaktif dengan RRI Kediri, Kamis (30/05/24) mengatakan, “ Kediri adalah daerah yang penuh dengan sejarah, seni budaya, dan lain sebagainya. Tidak hanya bendera merah putih yang memilki keterkaitan sejarah dengan Kediri, dugaan kuat telah kami temukan dengan bukti dan data-data yang ada bahwa ternyata penggalian pancasila juga berawal dari kediri,“ ucap Kushartono.

Secara pemahaman nasional dan sudah diakui oleh pemahaman publik bahwa pancasila digali di Kota Ende, Nusa Tenggara Timur dan mengalami proses yang panjang. Namun jika mengacu pada pidato Bung Karno pada 1 Juni 1945 bahwa pancasila sudah digali sejak dua puluh tujuh tahun lalu tepatnya pada tahun 1918, “ bung Karno berada di Kota Ende selama empat tahun tepatnya 1934-1938, jika ditarik dari pidato 1 Juni 1945 hanya selisih tujuh tahun sementara bung karno menegaskan sejak tahun 1918. Mengacu dengan bukti yang ada kami hanya ingin meluruskan bahwa Kota Ende bukan titik awal menggali pancasila, “ jelas Kus sapaan Kushartono.

Pertanyaan besar muncul ketika Kota Ende menjadi tempat lahirnya Pancasila namun ketika disimak secara seksama pidato yang di ucapkan pada 1 Juni 1945 bahwa ternyata pancasila sudah digali sejak dua puluh tujuh tahun lalu, “ ini menjadi hal menarik bahwa belum ada ilmuan, belum ada sejarawan, belum ada penulis yang meneliti hal tersebut. Padahal sampai dengan detik ini pidato itu sering kita putar ada video, ada teksnya artinya ini lolos dari pengamatan sejarawan. Akhirnya kita dari teman-teman Kediri lah yang ingin mengungkapkan itu, “ papar Kus

Beberapa fakta yang menyatakan bahwa pancasila lahir di kediri, “ pertama tidak ditemukannya jejak bung Karno menggali pancasila yang pada saat itu berada di Surabaya, Blitar dan Tulungagung. Kedua bertemunya dengan sosok mbah Suminem yang menjadi teman bermain bung Karno dan menjadi saksi hidup sejarah muda bung Karno. Ketiga di ndalem pojok terdapat jejak sejarah yang mana terdapat pohon kepuh yang diperkuat pernyataan keluarga ndalem pojok bahwa bahwa awal pertama kali bung Karno menggali Pancasila, “ Tutup Kushartono (Ariel Fonda)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....