Arthur Irawan Gantung Sepatu Di Laga Kandang Terakhir

  • 25 Apr 2024 03:30 WIB
  •  Kediri

KBRN , Kediri : Laga kandang terakhir Persik Kediri menjadi momentum bersejarah bagi pemain Arthur Irawan. Pasalnya, usai pertandingan pekan ke-33 melawan PSS Sleman pada Rabu malam, (24/4/2024), di Stadion Brawijaya Kota Kediri menjadi momen terakhir pemain gelandang bertahan itu sebagai pemain sepak bola profesional.

Tepat usainya pertandingan, perayaan Guard of Honour untuk Arthur Irawan dilakukan. Kapten tim berjuluk Macan Putih itu kembali masuk ke dalam lapangan dengan menyalami satu-persatu pemain, pelatih, pihak manajeman, hingga perwakilan Aliansi Supporter Persik Kediri.

Senandung “Bersama Kita Terlahir Kuat” terlantun memenuhi Stadion Brawijaya Kota Kediri. Dengan lantang, anthem Persik Kediri itu disuarakan bersama-sama oleh Persikmania yang masih memenuhi tribun penonton.

“Terimakasih selama ini sudah memberikan support untuk saya dan tim Persik Kediri, saya sangat mengapresiasi itu. Jujur dari pertama kali saya di Persik sampai sekarang, tujuan saya tidak pernah individual. Selalu demi tim. Jadi, sekali lagi saya sangat berterimakasih atas penghargaannya pada malam hari ini. Dari Persikmania yang luar biasa, dan saya tanpa mereka saya dan tim bukan apa-apa,” ujar Arthur saat melakukan pers conference bersama awak media, Rabu malam, (24/4/2024).

Arthur juga menyampaikan bahwa malam hari ini memang begitu berwarna, “Ada ada rasa sedih ada rasa bahagia. Tapi saya bohong kalau bilang saya full senyum malam ini. Karena saya kecewa kita gagal mendapatkan tiga poin melawan PSS Sleman. Sebelum pertandingan pun saya sudah bilang kepada tim, bahwa malam ini bukan tentang saya. Pun, nggak pernah ada seorang individu atau pemain yang lebih besar dari pada tim. Di dunia bola itu mustahil. Dan saya bilang malam ini kita jadi kebanggan masyarakat Kediri. Kita harus ambil 3 poin dari PSS Sleman. Tapi walaupun kita ada peluang untuk menang, sayangnya memang belum rezekinya kita harus menikmati 1 poin dari pertandingan malam ini. Dengan ini, berarti kita belum sempurna. Kita juga masih banyak PR untuk tim ini, dan saya akan selalu ada di belakang Persik Kediri. Semoga musim depan kita bisa lebih baik lagi. Dan target kita pun jelas lebih tinggi dari musim ini,” tambah Arthur.

Arthur menyebut, bahwa selama 13 tahun menjadi pemain sepak bola profesional, kenangan terindahnya berada di Persik Kediri, “Saya sangat bersyukur dengan apa yang diberikan club, masyarakat Kediri, Persikmania kepada saya. Mereka benar-benar luar biasa,” ujar Arthur.

Dilanjutkannya, bahwa keputusan ini sudah diambil sejak awal musim. Menurutnya sepak bola memerlukan regenarasi, “Saya merasa sudah cukup fight di lapangan menjadi Kapten di sini. Waktunya angin baru dan regenerasi untuk Persik sekarang. Saya merasa banyak pemain muda yang lebih layak dan mengambil peran saya di lapangan,” imbuh Arthur.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....