Hadapi Era Digital, Tenaga Pendidik Didorong Kembangkan Growth Mindset

  • 30 Sep 2026 19:57 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Jombang - Menghadapi perubahan pembelajaran di era digital, tenaga pendidik di Kabupaten Jombang didorong terus mengembangkan growth mindset atau pola pikir bertumbuh. Kemampuan tersebut dinilai penting agar guru mampu beradaptasi, berinovasi, dan menyesuaikan metode pembelajaran dengan perkembangan kebutuhan siswa.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jombang, Muhajir, mengatakan perkembangan teknologi menuntut guru Pendidikan Agama Islam (PAI), khususnya di jenjang Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), untuk tidak terpaku pada pola pembelajaran lama. Guru perlu terbuka terhadap perubahan dan terus meningkatkan kemampuan profesionalnya.

Menurut Muhajir, growth mindset menjadi salah satu modal penting bagi guru untuk menghadirkan pembelajaran yang kreatif dan relevan dengan kondisi siswa di tengah perkembangan teknologi digital.

“Guru PAI saat ini perlu memiliki pola pikir yang terus berkembang. Kreativitas dan kemampuan beradaptasi menjadi penting agar metode pembelajaran yang diterapkan tetap sesuai dan menarik bagi siswa SMK,” ujar Muhajir, Rabu, 30 September 2026, dalam kegiatan Capacity Building dan Pelantikan Pengurus Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) PAI SMK Kabupaten Jombang Periode 2026-2030, di Bumi Perkemahan CAI Indonesia, Wonosalam, Jombang.

Ia menambahkan, penguatan kompetensi guru juga harus diarahkan pada pembentukan karakter peserta didik. Pembelajaran PAI, menurutnya, tidak cukup hanya memberikan pemahaman terhadap teori keagamaan, tetapi juga harus mampu membentuk siswa yang memiliki akhlak baik dan kesiapan menghadapi berbagai tantangan.

“Pembelajaran PAI hendaknya tidak berhenti pada penyampaian teori. Yang lebih penting adalah bagaimana pembelajaran tersebut membentuk karakter siswa agar berakhlak mulia sekaligus siap menghadapi perkembangan zaman,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam (PAIS) Kemenag Jombang, Syaiful Bahri, menilai pengembangan kompetensi guru membutuhkan ruang kolaborasi yang berkelanjutan. Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) PAI SMK diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai wadah untuk bertukar pengalaman, mengembangkan inovasi, sekaligus meningkatkan kualitas pembelajaran.

Syaiful mengatakan keberadaan MGMP perlu diarahkan tidak sekadar sebagai forum koordinasi, tetapi menjadi ruang bagi guru untuk menghasilkan gagasan dan praktik pembelajaran yang dapat diterapkan di sekolah.

“MGMP memiliki posisi penting untuk memperkuat kolaborasi antarguru, mendorong inovasi, dan bersama-sama meningkatkan kualitas guru PAI di Kabupaten Jombang,” kata Syaiful.

Ia memastikan Kemenag Jombang akan mendukung sekaligus mendampingi berbagai inovasi yang dikembangkan MGMP PAI SMK. Kepengurusan MGMP periode 2026-2030 diharapkan mampu menjalankan program yang memberikan dampak terhadap peningkatan mutu pembelajaran PAI.

Penguatan kapasitas tersebut melibatkan 80 guru PAI dari SMK negeri dan swasta se-Kabupaten Jombang. Upaya ini diharapkan dapat mendorong guru semakin adaptif terhadap perubahan sekaligus mampu menghadirkan pembelajaran agama yang relevan dengan kebutuhan generasi saat ini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....