Tangis Haru Sambut Kepulangan Jenazah Surono Korban KM Virgo Transport
- 30 Sep 2026 18:48 WIB
- Kediri
RRI.CO.ID, Jombang - Suasana duka yang mendalam menyelimuti kedatangan jenazah Surono di kediamannya, wilayah Weg, Jombang. Surono merupakan salah satu korban jiwa dalam musibah kecelakaan kapal KM Virgo Transport 8.
Kedatangan mobil jenazah yang membawa kepulangan almarhum disambut dengan isak tangis histeris dari pihak keluarga dan kerabat yang telah lama menanti kepastian. Surono ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dunia pada hari Minggu malam, tanggal 27 September 2026.
Pihak keluarga awalnya mendapatkan kabar duka tersebut langsung dari aparat kepolisian. Kabar itu diterima keluarga besar pada hari Minggu malam, tepatnya sekitar jam selepas waktu maghrib.
Keterangan tersebut dikuatkan oleh adik ipar korban, Ari Supriyatin, saat ditemui di rumah duka. Ia menjelaskan bahwa informasi awal penemuan korban masuk setelah keluarga memberikan keterangan ciri-ciri khusus di Tanjung Perak.
"Dapat kabar dari Polda Banjarmasin itu hari Minggu, Minggu malam. Sekitar hasil maghrib itu kita dapat kabar kalau ditemukan korban, tapi identik dengan ciri-ciri yang kita berikan waktu kita memberi keterangan di Tanjung Perak," ucap Ari Supriyatin.
Lebih lanjut, Ari menceritakan bahwa proses identifikasi awal dilakukan melalui grup WhatsApp Basarnas. Keluarga aktif memantau kiriman foto-foto korban yang berhasil ditemukan di sekitar pantai maupun di dekat lambung kapal.
Dari sejumlah dokumentasi foto yang dibagikan di grup percetakan tersebut, pihak keluarga memiliki insting kuat bahwa salah satu korban yang dievakuasi adalah Surono. Keluarga mengenali korban dari bentuk tubuh secara keseluruhan hingga bentuk fisik pada bagian kaki.
"Cuma kita punya insting bahwa salah satu dari foto itu, kakak saya melihat dari bentuk bodinya, dari bentuk kaki-kakinya itu identik dengan kakak saya," kata Ari Supriyatin.
Keyakinan keluarga semakin kuat setelah mereka mencermati beberapa tanda fisik khusus yang sangat dikenali melekat pada diri almarhum. Tanda-tanda fisik identik tersebut meliputi adanya bekas tato pada bagian tangan korban serta kondisi gigi bagian depan yang sedikit ompong atau gerigi.
"Makanya terus kita menghubungi pihak Banjarmasin, kita konfirmasi kalau salah satu foto itu identik dengan kakak saya. Ciri-ciri yang identik yang dikenal apa itu, seperti tangan ada tato, terus gigi itu ada yang gerimpil sedikit begitu," ucapnya.
Selain ciri fisik, proses identifikasi juga diperkuat dengan ditemukannya barang-barang pribadi milik korban yang masih melekat di tubuhnya. Ari Supriyatin menyebutkan bahwa saat ditemukan, almarhum Surono masih membawa dompet berisi kartu identitas diri yang tidak lepas dari tubuhnya.
Selain identitas pribadi berupa dompet, pihak keluarga juga mendapati karcis perjalanan milik korban yang masih tersimpan utuh. "Ternyata kakak saya itu bawa dompet. Identitasnya masih melekat gitu? Masih melekat. Sama karcis perjalanan itu. Sama karcis itu," ujar Ari.
Meski terpukul dengan musibah besar ini, pihak keluarga berusaha ikhlas menerima takdir yang telah digariskan oleh Sang Pencipta. "Ini memang musibah, gak bisa ditolak juga. Yang penting kita bisa memberi penghormatan terakhir pada kakak saya," ucap Ari Supriyatin dengan tegar.
Rangkaian prosesi pemulangan kemudian dilanjutkan dengan pelaksanaan shalat jenazah secara berjemaah oleh keluarga dan warga sekitar. Usai prosesi shalat jenazah selesai, almarhum langsung dikebumikan di tempat pemakaman umum desa setempat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....