Cyber Bullying Marak, Nilai Kemanusiaan Pancasila Diuji pada Era Digital
- 30 Sep 2026 19:12 WIB
- Kediri
Poin Utama
- Bung Karno pada Kursus Pancasila di Jakarta, 16 Juni 1958, bahwa Pancasila digali dari nilai dasar manusia
- Rumah masa kecil Presiden RI pertama Soekarno di Situs Persada Soekarno, Ndalem Pojok, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri meyakini nilai kemanusiaan pada sila kedua Pancasila sulit diterapkan pada era digital
RRI.CO.ID, Kediri - Rumah masa kecil Presiden RI pertama Soekarno di Situs Persada Soekarno, Ndalem Pojok, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri meyakini nilai kemanusiaan pada sila kedua Pancasila sulit diterapkan pada era digital. Hal ini terlihat dari masih maraknya aksi cyber bullying dan ujaran kebencian yang berseliweran di media sosial.
Kondisi tersebut dinilai bertolak belakang dengan semangat kemanusiaan yang adil dan beradab. Ketua Harian Situs Persada Soekarno Ndalem Pojok, Kushartono menyebut salah satu contoh nyata adalah kebiasaan warganet berkomentar negatif tanpa mempertimbangkan etika.
"Kita lihat sekarang banyak warganet yang seenaknya menghujat di media sosial. Nilai kemanusiaan seolah luntur. Contoh terbaru ya penghinaan terhadap Pak Jokowi, itu sangat tidak mencerminkan Pancasila sila kedua," kata Kushartono, Rabu, 30 September 2026.
Menurut Kushartono, era digital seharusnya menjadi ruang untuk mengamalkan Pancasila, bukan justru menjadi sarana untuk saling merendahkan martabat orang lain. "Kami berharap generasi muda dapat lebih bijak memanfaatkan media sosial dengan menjunjung tinggi adab dan empati," katanya.
Terpisah, pelajar SMKN 1 Bagor Kabupaten Nganjuk, Fuji mengaku prihatin dengan masih meluasnya unsur kebencian di dunia maya. "Sebagai anak muda saya prihatin, masih banyak yang asal komentar dan menyebar kebencian. Seharusnya kita saring dulu sebelum sharing, jangan mudah terprovokasi," kata Fuji.
Fuji menambahkan, anak muda idealnya menjadi pelopor dalam menjaga ruang digital yang sehat dan positif, sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. "Secara umum, Pancasila sebagai dasar negara yang statis dinilai tetap relevan untuk menghadapi berbagai tantangan bangsa di era modern," katanya.
Hal ini sejalan dengan pernyataan Bung Karno pada Kursus Pancasila di Jakarta, 16 Juni 1958, bahwa Pancasila digali dari nilai dasar manusia yakni Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Demokrasi, dan Keadilan Sosial.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....