Kediri Perluas Akes Belajar Bahasa Inggris Siswa lewat "E-MAS"
- 30 Sep 2026 19:13 WIB
- Kediri
RRI.CO.ID, Kediri - Pemerintah Kota Kediri memperluas akses pembelajaran Bahasa Inggris melalui program English Massive (E-MAS) untuk memudahkan siswa belajar di luar jam sekolah. Perluasan dilakukan dengan menambah titik pembelajaran di satuan pendidikan, sekaligus mempertahankan akses E-MAS di lingkungan tempat tinggal siswa.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri, Mandung Sulaksono, mengatakan E-MAS terus dikembangkan agar pembelajaran Bahasa Inggris dapat diakses lebih luas oleh siswa. Selain berlangsung di lingkungan RT dan RW, program tersebut mulai diperluas ke sekolah dasar dan sekolah menengah pertama.
Saat ini terdapat sekitar 150 titik E-MAS yang tersebar di seluruh kelurahan di Kota Kediri. Dinas Pendidikan juga telah membuka titik pembelajaran baru di sembilan SMP dan tiga SD sebagai tahap awal perluasan di lingkungan sekolah.
“Kami terus memantau titik E-MAS yang berada di sekolah agar pelaksanaannya stabil dan berkembang. Kehadiran E-MAS di sekolah diharapkan memudahkan siswa belajar setelah jam pelajaran, sedangkan yang ingin belajar di sekitar rumah tetap bisa mengikuti titik E-MAS di lingkungan tempat tinggal,” ujar Mandung, Rabu, 30 September 2026.
Menurutnya, perluasan akses tersebut menjadi penting seiring meningkatnya kebutuhan penguasaan Bahasa Inggris oleh siswa. Terlebih, kebijakan pendidikan nasional akan menjadikan Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib di tingkat sekolah dasar mulai tahun depan.
Mandung menilai peningkatan akses harus diikuti dengan penguatan kualitas pembelajaran. Guru Bahasa Inggris dan tutor E-MAS perlu memiliki kemampuan untuk menghadirkan metode belajar yang interaktif, kreatif, dan tidak membuat siswa merasa terbebani.
“Tantangan pembelajaran Bahasa Inggris bukan hanya pada pemahaman materi, tetapi juga bagaimana membangun keberanian anak untuk berbicara. Karena itu, lingkungan belajar harus mendukung agar mereka berani berkomunikasi dengan guru maupun teman,” jelasnya.
Penguatan kompetensi guru dan tutor dilakukan melalui pengembangan strategi pembelajaran, termasuk kemampuan komunikasi Bahasa Inggris, pengembangan bahasa, serta metode pengajaran yang lebih efektif.
Teacher Trainer sekaligus CEO The Mangrove Global, Yuta Otake, mengatakan pengembangan profesional bagi guru diperlukan agar pendidik tidak terjebak dalam pola mengajar yang monoton.
“Guru dan tutor perlu terus mengembangkan diri agar dapat menemukan serta mencoba gagasan baru. Untuk meningkatkan kemampuan komunikasi siswa, pembelajaran sebaiknya tidak terlalu banyak berisi teori, tetapi memberikan lebih banyak kesempatan kepada siswa untuk berpartisipasi aktif,” kata Yuta.
Perluasan titik E-MAS dan peningkatan kapasitas guru serta tutor diharapkan dapat memberikan lebih banyak pilihan bagi siswa untuk belajar Bahasa Inggris. Pembelajaran juga diarahkan tidak hanya pada penguasaan materi, tetapi pada kemampuan menggunakan Bahasa Inggris dalam komunikasi sehari-hari.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....