KAI Ingatkan Masyarakat Waspadai Penipuan Rekrutmen

  • 29 Sep 2026 23:43 WIB
  •  Kediri
Poin Utama
  • PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai berbagai modus penipuan yang mengatasnamakan proses rekrutmen KAI

RRI.CO.ID, Kediri – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai berbagai modus penipuan yang mengatasnamakan proses rekrutmen pegawai KAI. Imbauan tersebut disampaikan seiring masih adanya potensi pihak tidak bertanggung jawab yang menawarkan kelulusan sebagai pegawai KAI dengan meminta sejumlah imbalan.

Pada Selasa, 29 September 2026, Manajer Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, menegaskan seluruh proses rekrutmen KAI dilakukan secara transparan, akuntabel, dan berbasis kompetensi.

"Masyarakat diminta hanya mempercayai informasi lowongan kerja yang dipublikasikan melalui situs resmi karier.kai.id," kata Tohari.

KAI juga memastikan, jelas Tohari, proses pendaftaran dilakukan secara daring dan mandiri melalui portal resmi tersebut. Pelamar tidak diminta menyerahkan berkas lamaran fisik melalui pos maupun instansi lain di luar ketentuan yang tercantum dalam pengumuman resmi rekrutmen.

"Dalam proses seleksi, terdapat sejumlah tahapan yang harus dilalui peserta, mulai dari seleksi administrasi, tes kesehatan awal, tes psikologi, wawancara, tes kesehatan akhir, hingga diklat," katanya.

Lalu, imbuh Tohari, pengumuman hasil setiap tahapan seleksi disampaikan melalui akun peserta masing-masing pada situs resmi KAI. Pihaknya mengingatkan, masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap pihak yang mengaku dapat membantu meluluskan seseorang menjadi pegawai KAI

"Proses rekrutmen tidak dipungut biaya, termasuk tidak ada kewajiban membayar uang muka, biaya administrasi, maupun biaya penggantian akomodasi dan transportasi kepada pihak penyelenggara rekrutmen," katanya.

Selain meminta sejumlah uang, modus penipuan juga dapat dilakukan dengan mengarahkan calon peserta untuk memesan tiket transportasi atau hotel melalui agen perjalanan tertentu. Pelaku biasanya berdalih bahwa pemesanan tersebut merupakan bagian dari tahapan rekrutmen KAI.

Imbauan tersebut mendapat respons positif dari warga Kediri, Wati.

Wati mengaku, sangat senang KAI memberikan penjelasan secara terbuka mengenai mekanisme rekrutmen dan mengingatkan masyarakat terhadap potensi penipuan.

"Menurut saya, imbauan seperti ini sangat penting, terutama bagi masyarakat yang sedang mencari pekerjaan. Dengan adanya informasi resmi dari KAI, calon pelamar bisa lebih berhati-hati dan tidak mudah percaya kalau ada orang yang menjanjikan bisa meluluskan dengan meminta uang," kata Wati.

Ia berharap, informasi mengenai rekrutmen resmi KAI dapat terus disebarluaskan melalui berbagai saluran agar semakin banyak masyarakat mengetahui prosedur yang benar. Ia mengingatkan pencari kerja untuk tidak memberikan uang atau data pribadi kepada pihak yang tidak jelas dan selalu memeriksa informasi melalui kanal resmi.

KAI mengajak masyarakat untuk turut menyebarluaskan informasi mengenai rekrutmen resmi dan melaporkan apabila menemukan informasi atau tawaran mencurigakan yang mengatasnamakan perusahaan.

Langkah tersebut diharapkan dapat mencegah masyarakat menjadi korban penipuan sekaligus mendukung terciptanya proses rekrutmen yang bersih, jujur, dan berintegritas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....