Air Quality Detector, Pemantau Kualitas Udara
- 22 Sep 2026 05:32 WIB
- Kediri
RRI.CO.ID, Kediri- Indonesia masih berjibaku pada permasalahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), yang hampir terjadi di banyak wilayah di Indonesia. Dampaknya bisa sangat berbahaya apabila kualitas udara sudah menunjukkan level di atas ambang batas normal. Secara real time, baik buruknya dan sehat tidaknya kualitas udara dapat diamati melalui Air Quality Detector/Air Qulity Control.
Lantas apa itu Air Quality Detector (AQD) dan bagaimana sistem kerjanya? Mengutip dari US Environmental Protection Agency, AQD adalah perangkat elektronik yang digunakan untuk mengukur, memantau, dan melaporkan kadar polutan serta kondisi lingkungan. Alat ini dapat menangkap level udara di dalam ruangan maupun di luar ruangan.
Polutan yang dideteksi oleh AQD adalah partikel-partikel berbahaya seperti debu halus (PM2.5, PM10), gas karbon dioksida (CO₂), karbon monoksida (CO), formaldehida (HCHO), hingga senyawa organik yang mudah menguap (TVOC). ADQ akan menunjukkan angka yang dapat mengetahui tingkat suhu dan kelembapan udara yang memengaruhi kenyamanan serta kesehatan manusia maupun makhluk hidup lainnya.
The New York Times, menyebut AQD, juga akan menampilkan Indeks Kualitas Udara (AQI) lewat layar atau aplikasi ponsel agar pengguna bisa segera mengambil tindakan pencegahan. AQI adalah indeks numerik yang digunakan untuk menggambarkan tingkat kualitas udara berdasarkan konsentrasi polutan utama. Indeks ini membantu menyederhanakan data polusi udara yang kompleks menjadi angka yang lebih mudah dipahami oleh masyarakat umum maupun kalangan profesional.
L
Setiap polutan memiliki ambang batas yang sudah ditetapkan oleh lembaga internasional seperti EPA (Environmental Protection Agency), dan nilai tertinggi dari salah satu polutan akan menjadi penentu nilai pada AQI total.
Berikut kategori AQI pada AQD :
• 0–50: Baik – Udara sehat dan aman untuk aktivitas.
• 51–100: Sedang – Masih dapat diterima, namun beberapa individu sensitif mungkin merasakan ketidaknyamanan secara ringan.
• 101–150: Tidak Sehat bagi Kelompok Sensitif – seperti Anak-anak, lansia, dan penderita penyakit pernapasan perlu berhati-hati.
• 151–200: Tidak Sehat – Semua kelompok masyarakat disarankan membatasi aktivitas luar ruangan.
• 201–300: Sangat Tidak Sehat
• >301: Berbahaya – Risiko kesehatan serius dapat terjadi dan mengkhawatirkan.
AQI berperan penting dalam membantu perusahaan, masyarakat, maupun lembaga publik mengambil keputusan terkait aktivitas harian dan keselamatan. Di lingkungan industri, AQI telah menjadi dasar penerapan standar K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja). Nilai AQI yang tinggi dapat menjadi indikator dibutuhkannya peningkatan filtrasi udara atau penghentian sementara aktivitas produksi tertentu.
Salah satu keunggulan AQI pada Air Control Detector adalah kemampuannya mengungkap polutan yang tidak kasat mata. Banyak polutan udara, seperti karbon monoksida dan partikel PM2.5. Mereka adalah polutan yang tidak memiliki bau dan tidak bisa dilihat. Dengan alat yang tepat, resiko kesehatan bisa ditekan.
Saat ini Air Quality Detector modern dilengkapi fitur perekaman data dalam jangka panjang. Di dalamnya terdapat data tren kualitas udara harian, mingguan, hingga bulanan. Sehingga pengguna AQD dapat menganalisis waktu-waktu kritis meningkatnya polusi udara, pengaruh cuaca terhadap kualitas udara, dampak kegiatan manusia seperti lalu lintas atau pembakaran lahan, dan efektivitas strategi pengendalian polusi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....