Erupsi Gunung Anak Krakatau, Penerbangan di Bandara Dhoho Kediri Dibatalkan
- 06 Sep 2026 11:57 WIB
- Kediri
Poin Utama
- Aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau berdampak pada operasional penerbangan di Bandara Internasional Dhoho Kediri
- Untuk informasi kebandarudaraan, pengguna jasa dapat menghubungi Contact Center InJourney Airports 172
RRI.CO.ID, Kediri – Aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau berdampak pada operasional penerbangan di Bandara Internasional Dhoho Kediri. Pada Minggu, 6 September 2026, satu penerbangan keberangkatan dan satu kedatangan terpaksa dibatalkan.
General Manager Bandara Internasional Dhoho Kediri, Rahmat Yoni Saputra mengatakan, penerbangan yang dibatalkan adalah IU 356 rute CGK–DHX. Armada ini memiliki estimasi kedatangan pukul 11.50 WIB, dan IU 357 rute DHX–CGK dengan estimasi keberangkatan pukul 12.30 WIB.
"Kami mengimbau seluruh pengguna jasa bandara untuk senantiasa mengecek status dan jadwal penerbangan melalui kanal resmi maskapai sebelum melakukan perjalanan," ujar Rahmat dalam keterangan tertulisnya, Minggu, 6 September 2026.
Ia menambahkan, Bandara Dhoho Kediri terus memantau perkembangan aktivitas erupsi dan melakukan koordinasi intensif dengan BMKG, AirNav Indonesia, maskapai, serta pemangku kepentingan lainnya. Koordinasi dilakukan untuk memperoleh informasi terkini mengenai kondisi cuaca, potensi sebaran abu vulkanik, serta dampaknya terhadap operasional dan keselamatan penerbangan.
"Keselamatan dan keamanan penerbangan merupakan prioritas utama kami. Penyesuaian operasional akan terus dilakukan sesuai kondisi dan arahan dari pihak berwenang," katanya.
Untuk informasi kebandarudaraan, pengguna jasa dapat menghubungi Contact Center InJourney Airports 172. Pihak bandara juga memohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi dan mengucapkan terima kasih atas pengertian serta kerja sama seluruh pengguna jasa.
Sementara itu, pembatalan penerbangan ini juga diapresiasi warga. Supriyanto, warga Kediri mengaku kebijakan yang diambil pihak pengelola Bandara Dhoho Kediri mampu menunjang keselamatan masyarakat, terutama penumpang. "Situasi seperti ini karena faktor alam, kita sebagai manusia hanya bisa berdoa supaya kejadian ini tidak menimbulkan korban. Untuk itu, kami sangat mengapresiasi upaya pengelola Bandara Dhoho," kata Supriyanto.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....