LMI Terus Dampingi Penyintas Gempa di Sejumlah Wilayah NTT

  • 06 Sep 2026 18:28 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Kediri - Lembaga Manajemen Infaq atau LMI hingga kini masih terus melakukan respons kemanusiaan bagi masyarakat terdampak gempa di wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur. Pasca gempa berkekuatan 7,7 magnitudo pada 15 Agustus lalu, sebagian warga mulai kembali ke rumah, namun sebagian lainnya masih memilih bertahan di tempat pengungsian karena khawatir terhadap gempa susulan.

Humanitarian Program LAZNAS LMI, Susanto, mengatakan tim kemanusiaan masih berada di sejumlah wilayah terdampak untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat. Salah satu fokus utama LMI berada di Kabupaten Nagekeo, sementara sejumlah relawan juga ditempatkan di beberapa wilayah lainnya.

“Sekarang itu kami dari LMI masih terus merespons di daerah-daerah yang terdampak. Kami fokus berlokasi di daerah Kabupaten Nagekeo, karena itu yang menjadi titik utama kita, dan tim kami masih berada di lokasi hingga hari ini,” katanya, dalam dialog bersama RRI, Kamis, 03 September 2026.

Menurutnya, kebutuhan masyarakat masih cukup besar, terutama kebutuhan dasar seperti air bersih, air minum, sembako, alas tidur, terpal, dan selimut. Kondisi tersebut terjadi karena sebagian besar warga terdampak belum dapat kembali bekerja secara normal, sementara mereka juga masih enggan tinggal di dalam rumah.

LMI mengerahkan total 16 relawan yang diperkuat personel dari kantor pusat. Tim tersebut juga didukung kendaraan operasional berupa sepeda motor dan mobil rescue untuk menjangkau wilayah terdampak yang memiliki medan cukup sulit.

“Medannya itu cukup berat, dengan jalan yang berliku-liku, kemudian juga kondisi jalan itu jarang ada aspal. Jadi istilahnya makan tanah di sana, dan banyak beberapa kondisi jalan yang mengalami lumpur,” jelasnya.

Dalam penyaluran bantuan, LMI memprioritaskan masyarakat yang membutuhkan berdasarkan hasil asesmen di lapangan. Program yang telah dijalankan antara lain tiga pos dapur umum dengan penerima manfaat mencapai 3.310 orang, distribusi bantuan kepada 2.818 penerima manfaat, layanan kesehatan dasar, layanan psikososial, paket hygiene kit, hingga pembangunan 51 unit shelter pengungsian.

“Kami memang memprioritaskan kelompok-kelompok rentan, mulai dari lansia, kemudian ibu hamil, dan juga anak-anak,” kata Susanto. Hingga saat ini, total penerima manfaat dari berbagai program LMI telah mencapai 7.880 orang, dan pendampingan bagi penyintas akan terus dilakukan menuju tahap pemulihan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....