Kunci Sukses Kepemimpinan Nabi Muhammad SAW

  • 28 Agt 2026 19:15 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Kediri – Sebagai umat islam, kita mengenal Nabi Muhammad SAW sebagai suri tauladan bagi umat islam sekaligus memiliki pengaruh yang sangat luar biasa dalam sejarah peradaban syiar islam. Kunci sukses kepemimpinan Nabi Muhammad SAW menggabungkan kejujuran, dan amanah.

Misi dakwah Rasulullah SAW sangatlah berat karena mencoba untuk menggeser keyakinan umat pada zaman itu, yang awalnya memiliki keyakinan musyrik menjadi keyakinan tauhid. Beban yang ditanggung Rasulullah SAW sungguh sangat luar biasa, beliau bisa menuntaskannya hanya 23 tahun.

Dalam kesempatan Kajian Mutiara Pagi Berjaringan Korwilnus X Jawa Timur RRI Jember, Jumat, 28 Agustus 2026, Ustaz KH. Abdul Harist, selaku Ketua Umum MUI Jember mengatakan kunci sukses Nabi Muhammad SAW dalam kepemimpinannya. “Perjuangan dakwa Rasulullah SAW sungguh sangat luar biasa, pelajaran yang dapat kita ambil dari beliau untuk menuju kesuksesan yaitu kejujuran dan amanah.” ujar Ustaz Abdul.

Ia juga menyampaikan kesuksesan nabi dalam memimpin dikonfirmasi tidak hanya oleh orang muslim melainkan umat non muslim juga mengkonfirmasi hal demikian. Kejujuran merupakan sesuatu yang akan menjadikan kita untuk menuju kesuksesan, selain itu kejujuran juga harus kita tanamkan kepada anak didik, keluarga, anak cucu kita bahwa kelak nanti itu menyelamatkan mereka.

Sungguh sangat luar biasa kejujuran Rasulullah SAW bahkan ketika peristiwa isra’ mi’raj dari masjidil haram menuju masjidil aqsa sungguh sangat terlihat. Kejujuran sangat lah penting dimiliki bagi seluruh masyarakat bangsa ini yang tengah menjadi permasalahan bangsa ini.

“masalah bangsa ini banyak sekali kebohongan yang terjadi, jika kita bisa melihat dari apa yang dimiliki Rasulullah yaitu Assadiq berarti yang jujur dan Al Amin berarti yang terpercaya. Jika hal ini dikombinasikan maka kelak nantinya kesuksesan lah yang diraih,” ucapnya.

Sebagai muslim yang taat, berperilaku jujur dan amanah maka tidaklah perlu khawatir akan masa depannya. "orang yang beriman, memahami dan menyadari dengan pasti akan eksistensi Allah SWT. Maka orang tersebut jika diberikan jabatan apapun akan amanah karena merasa diawasi dan dimonitor oleh Allah SWT. Iman menjadikan dan memaksakan diri kita untuk bersifat amanah, jika memang sudah amanah maka kemungkinan kita akan aman karena kita tidak akan dipantau oleh penegak hukum," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....