KA Malabar Tertemper Truk di Klaten, KAI Beri Service Recovery
- 27 Agt 2026 10:31 WIB
- Kediri
Poin Utama
- PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi 7 Madiun menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan atas keterlambatan perjalanan sejumlah kereta api
RRI.CO.ID, Kediri - PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi 7 Madiun menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan atas keterlambatan perjalanan sejumlah kereta api, pada Kamis 27 Agustus 2026. Keterlambatan itu terjadi akibat insiden KA Malabar tertemper truk di Yogyakarta.
Kejadian tersebut menimpa KA Malabar relasi Bandung–Malang di JPL 295 Klaten sekitar pukul 01.25 WIB. Lokasi kejadian berada di wilayah Daop 6 Yogyakarta. Dampak dari kejadian tersebut tidak hanya dirasakan oleh KA 68 Malabar, tetapi juga sejumlah kereta api lain yang jadwal perjalanannya melintas di jalur yang sama sehingga mengalami keterlambatan.
Setelah menerima laporan, petugas KAI langsung bergerak ke lokasi kejadian. Tim melakukan evakuasi lokomotif KA Malabar yang tertemper truk dan dilanjutkan dengan upaya normalisasi jalur agar perjalanan kereta dapat kembali berjalan dengan aman.
"Proses penanganan memakan waktu beberapa jam. Setelah jalur dinyatakan aman, KA 68 Malabar akhirnya dapat melanjutkan perjalanan menggunakan lokomotif pengganti pada pukul 06.01 WIB," kata Manajer Humas KAI Daop 7 Madiun Tohari, Kamis, 27 Agustus 2026.
Dengan kejadian ini, KAI menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat. Sebab, peristiwa itu menimbulkan dampak tersendiri bagi penumpang. "Kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh pelanggan atas keterlambatan perjalanan KA, akibat kejadian temperan di JPL 295 Klaten. Kami memahami bahwa kondisi ini menimbulkan ketidaknyamanan," katanya.
Untuk wilayah Daop 7 Madiun, jelas Tohari, tercatat 76 penumpang KA Malabar yang turun. Rinciannya, Stasiun Ngawi 4 orang, Stasiun Madiun 6 orang, Stasiun Kediri 28 orang, Stasiun Tulungagung 24 orang, dan Stasiun Blitar 14 orang.
"Sementara penumpang yang berangkat atau naik dari wilayah Daop 7 Madiun sebanyak 11 orang," kata Tohari.
Tohari menambahkan, KAI terus melakukan penanganan secara cepat dan terukur. Tujuannya, untuk memastikan proses evakuasi dan normalisasi dapat dilakukan dengan aman.
"Kami terus berupaya mempercepat proses penanganan dan normalisasi untuk meminimalkan dampak keterlambatan terhadap perjalanan KA lainnya," katanya.
Sebagai bentuk tanggung jawab kepada pelanggan yang terdampak, KAI memberikan service recovery sesuai ketentuan yang berlaku, antara lain berupa pemberian makanan dan minuman dengan mempertimbangkan durasi keterlambatan perjalanan.
Pelanggan yang terdampak keterlambatan dapat terus memantau perkembangan perjalanan KA melalui aplikasi Access by KAI, situs resmi KAI, atau menghubungi Contact Center KAI 121. Untuk informasi lebih lanjut masyarakat juga dapat menghubungi WhatsApp 08111-2111-121, email cs@kai.id, atau media sosial @KAI121.
KAI juga mengimbau kepada seluruh pengguna jalan untuk selalu berhati-hati dan meningkatkan kedisiplinan saat melintasi perlintasan sebidang. Pengguna jalan wajib mendahulukan perjalanan kereta api, berhenti sejenak, melihat kondisi kanan dan kiri, serta memastikan jalur benar-benar aman sebelum melanjutkan perjalanan.
Imbauan tersebut diamini warga Kediri, Agus. Ia mengatakan, lebih mementingkan keselamatan di perlintasan KA, daripada memilih menerobos palang kereta dan biaya berdampak negatif bagi diri. "Jangan sampai kejadian seperti ini terulang lagi," kata Agus.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....