Ratusan Becak Listrik Disiagakan Layani Mobilitas Muktamirin di Jombang

  • 25 Agt 2026 20:11 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Jombang - Sebanyak 200 becak listrik disiapkan untuk mendukung mobilitas peserta Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Kabupaten Jombang. Armada tersebut akan digunakan mengantar muktamirin dari lokasi penginapan menuju lokasi kegiatan selama Muktamar berlangsung pada 27–31 Agustus 2026.

Ketua Panitia Lokal Muktamar ke-35 NU KH Abdul Rozaq Sholeh mengatakan, becak listrik tersebut tidak hanya menjadi sarana transportasi bagi peserta, tetapi juga dapat menjadi tambahan penghasilan bagi pengayuh becak lokal. Panitia menyiapkan skema khusus agar layanan transportasi bagi muktamirin tidak dikenai tarif.

“Para pengayuh becak yang terdaftar akan mendapatkan uang operasional Rp150 ribu per hari dari panitia. Dengan skema tersebut, peserta Muktamar yang menggunakan layanan ini tidak perlu membayar,” ujar Abdul Rozaq, Selasa, 25 Agustus 2026.

Menurut Abdul Rozaq, pengayuh yang bertugas akan menggunakan identitas dan seragam khusus untuk memudahkan peserta mengenali layanan transportasi yang disiapkan panitia. Becak listrik juga akan ditempatkan untuk melayani kebutuhan mobilitas antara penginapan dan lokasi Muktamar.

Pemerintah Kabupaten Jombang memastikan bantuan 200 becak listrik dari Presiden Prabowo Subianto melalui Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN) dapat dimanfaatkan selama pelaksanaan Muktamar. Selain mendukung mobilitas peserta, armada tersebut tetap dapat digunakan pengayuh untuk menunjang aktivitas ekonomi setelah agenda Muktamar selesai.

Bupati Jombang Warsubi mengatakan penggunaan becak listrik diharapkan dapat mengurangi beban fisik para pengayuh, terutama mereka yang sudah berusia lanjut. Dengan bantuan tenaga listrik, pengayuh dapat tetap bekerja tanpa terlalu mengandalkan kekuatan fisik.

“Becak listrik ini dapat membantu pengayuh bekerja dengan beban tenaga yang lebih ringan. Harapannya, produktivitas tetap terjaga dan penghasilan keluarga bisa terus didukung,” kata Warsubi.

Warsubi menambahkan, pengoperasian becak listrik selama Muktamar perlu disertai pelayanan yang tertib dan ramah. Para pengayuh juga diminta menjaga kondisi armada agar tetap dapat digunakan dalam jangka panjang.

“Kami berharap para pengayuh menjaga ketertiban dan memberikan pelayanan dengan baik. Becak listrik juga perlu dirawat agar manfaatnya dapat dirasakan dalam waktu yang panjang,” ucapnya.

Perwakilan Yayasan GSN Dimas Ramadan meminta para penerima menjaga dan menggunakan becak listrik sesuai peruntukannya. Ia mengingatkan agar armada bantuan tersebut tidak dialihkan kepada pihak lain melalui penjualan, penyewaan maupun gadai.

“Becak ini harus dijaga dan dimanfaatkan untuk bekerja. Jangan sampai dijual, disewakan, atau digadaikan karena bantuan ini ditujukan untuk mendukung penghasilan para penerima,” ujar Dimas.

Muktamar ke-35 NU akan berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, pada 27–31 Agustus 2026. Penyiapan armada becak listrik menjadi salah satu dukungan transportasi lokal untuk mengantisipasi meningkatnya mobilitas peserta selama pelaksanaan Muktamar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....