Tradisi Maulid Sebar Koin Jamsaren Jadi Magnet Warga
- 25 Agt 2026 14:50 WIB
- Kediri
RRI.CO.ID, Kediri – Tradisi Sebar Koin dalam peringatan Maulid Nabi di Masjid Wakaf Jamsaren, Kota Kediri, menjadi magnet bagi warga, khususnya anak-anak, yang menantikan momen pembagian uang setiap tahun. Tradisi yang diyakini telah berlangsung sejak 1908 ini tidak hanya mempertahankan warisan budaya masyarakat setempat, tetapi juga menjadi bagian dari syiar keagamaan di lingkungan Jamsaren.
Tradisi tersebut berlangsung setelah rangkaian peringatan Maulid Nabi, ketika takmir dan jamaah menyebarkan uang koin serta pecahan uang dari lantai atas masjid ke arah jamaah yang berada di bawah. Anak-anak kemudian berebut mengambil uang yang tersebar di area masjid.
Antusiasme warga terlihat dari banyaknya anak-anak yang mengikuti tradisi tersebut. Bagi mereka, Sebar Koin menjadi pengalaman yang dinantikan karena selain menghadirkan kegembiraan, uang yang diperoleh dapat digunakan untuk membeli jajanan atau ditabung.
Penasihat Masjid Wakaf Jamsaren, H. Mahrus Mahali, mengatakan tingginya antusiasme anak-anak menjadi salah satu nilai penting dalam mempertahankan tradisi tersebut. Menurutnya, pendekatan melalui kegiatan yang menyenangkan dapat membuat anak-anak lebih dekat dengan masjid.
“Kami ingin menumbuhkan rasa senang anak-anak terhadap masjid. Jadi, masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga ruang untuk pembinaan keagamaan dan kehidupan sosial yang dapat mereka nikmati,” ujar Mahrus, Selasa, 25 Agustus 2026.
Sementara itu, salah seorang jamaah, Esti, menilai keterlibatan warga dalam Sebar Koin juga menjadi bentuk berbagi kepada anak-anak. Menurutnya, kebahagiaan yang terlihat dari wajah anak-anak menjadi kepuasan tersendiri bagi warga yang ikut bersedekah.
“Alhamdulillah, saya ikut bahagia bisa mengambil bagian dalam tradisi ini. Melihat anak-anak senang menjadi kebahagiaan tersendiri bagi kami,” kata Esti.
Di samping itu, Lurah Jamsaren, Tri Amin Prakoso, menilai tradisi Sebar Koin memiliki kekhasan yang dapat menjadi daya tarik bagi masyarakat di luar wilayah Jamsaren. Selain memperkuat hubungan sosial warga dan memakmurkan masjid, tradisi tersebut dinilai berpotensi dikembangkan sebagai bagian dari wisata budaya religi.
“Kami tentu mendukung tradisi ini agar tetap lestari. Keunikannya dapat menjadi daya tarik tersendiri, sehingga selain menjaga warisan budaya, ke depan juga berpeluang dikembangkan menjadi wisata religi di Jamsaren,” ucap Tri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....