Imigrasi Kediri Bekali Pelajar Kewaspadaan Terhadap Modus TPPO

  • 21 Agt 2026 20:58 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Kediri - Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Kediri membekali pelajar di SMAN 1 Jombang dengan pengetahuan untuk mengenali dan mewaspadai berbagai modus Tindak Pidana Perdagangan Orang atau TPPO. Edukasi tersebut menyoroti sejumlah modus yang kerap dikemas sebagai tawaran menarik untuk bekerja maupun beraktivitas di luar negeri.

Kepala Seksi Teknologi Informasi Keimigrasian Kantor Imigrasi Kediri, Nasrullah, mengatakan pemahaman mengenai prosedur keberangkatan ke luar negeri perlu diberikan sejak dini. Hal ini agar pelajar dapat mempertimbangkan aspek legalitas sebelum menerima tawaran pekerjaan, magang, maupun program lainnya di luar negeri.

Menurut Nasrullah, generasi muda perlu mendapat perlindungan melalui informasi yang memadai karena perkembangan modus TPPO membuat tawaran kepada calon korban semakin beragam.

“Kami berupaya hadir langsung untuk memberikan pelayanan sekaligus edukasi kepada masyarakat. Pelajar menjadi kelompok yang perlu mendapat perhatian agar memiliki pengetahuan dan tidak mudah menjadi sasaran TPPO,” ujar Nasrullah, Jumat, 21 Agustus 2026.

Petugas PIMPASA Imigrasi Kediri, Rangga Aditya, menjelaskan sejumlah modus TPPO yang perlu diwaspadai, antara lain pengantin pesanan, program magang fiktif, serta penempatan tenaga kerja yang dilakukan tanpa prosedur resmi.

Rangga juga menjelaskan fungsi keimigrasian dan tata cara pengurusan paspor sesuai ketentuan. Pengetahuan tersebut dinilai penting bagi pelajar yang memiliki rencana melanjutkan pendidikan atau bekerja di luar negeri agar dapat memastikan proses keberangkatannya dilakukan melalui jalur yang sah.

Sementara itu, Humas SMAN 1 Jombang, Sholahuddin, menilai pemahaman tersebut dapat menjadi bekal bagi siswa sebelum mengambil keputusan terkait rencana ke luar negeri. Menurutnya, informasi mengenai modus penipuan perlu diketahui sejak bangku sekolah agar siswa tidak mudah terpengaruh tawaran yang tidak jelas.

“Pengetahuan ini memberikan pencerahan kepada siswa mengenai berbagai modus yang dapat mengarah pada TPPO. Mereka juga mendapatkan tambahan wawasan mengenai pilihan pendidikan kedinasan,” ucapnya.

Selain pencegahan TPPO, Imigrasi Kediri turut memberikan informasi mengenai Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan atau POLTEKIMIPAS. Taruna POLTEKIMIPAS Prodi Hukum Keimigrasian, Firman Dwi Prasetya, menjelaskan persyaratan, tahapan seleksi, sistem pendidikan, hingga peluang karier setelah menyelesaikan pendidikan.

Imigrasi Kediri mengingatkan pelajar untuk tidak mudah tergiur tawaran bekerja atau berangkat ke luar negeri dengan iming-iming penghasilan tinggi dan proses cepat. Kejelasan dokumen, pihak perekrut, jenis pekerjaan, serta prosedur penempatan perlu dipastikan sebelum mengambil keputusan.

Edukasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kewaspadaan generasi muda terhadap TPPO sekaligus mendorong masyarakat memahami prosedur migrasi yang aman dan sesuai ketentuan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....