Lima Titik Panas Terpantau di Karesidenan Kediri
- 20 Agt 2026 05:29 WIB
- Kediri
RRI.CO.ID, Kediri - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) temukan lima titik panas (hotspot) terpantau di wilayah Karesidenan Kediri. Titik panas tersebut tersebar di beberapa wilayah, dengan rincian Kediri 1, Blitar 1, Nganjuk 2, dan Tulungagung 1 titik panas. Data diperoleh per 19 Agustus 2026 berdasarkan rilis resmi yang diterima RRI.
Jika dibandingkan dengan data sebelumnya, tercatat 15 titik panas pada 11 Agustus 2026 dan 11 titik panas pada 12 Agustus 2026. Artinya terdapat penurunan titik panas secara signifikan hingga hari ini. Meski resiko kebakaran hutan dan lahan masih cukup tinggi.
Menurut BMKG, El Nino yang masih akan berlangsung hingga Oktober 2026, menyebabkan curah hujan di Jawa Timur termasuk karesidenan Kediri berada di bawah normal. Kondisi ini membuat hampir seluruh vegetasi menjadi sangat kering. Kelembaban tanah yang rendah, dan angin kencang, menyebabkan potensi karhutla dapat muncul kembali.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kediri terus melakukan upaya peningkatan kesiapsiagaan karhutla di tengah musim kemarau 2026. Langkah-langkah yang sudah dijalankan meliputi menyiapkan posko pengawasan bekerjasama dengan Perhutani dan instansi terkait selama 24 jam, sosialisasi kepada masyarakat atas dampak El Nino berkepanjangan, dan menyiapkan perlengkapan pemadaman darurat, serta berkoodinasi dengan TNI Polri, dalam operasi penanggulangan bencana.
Dikutip dari Walhi, El Nino tahun 2026 disebut sebagai El Nino Godzilla atau Super El Nino. Fenomena alam ini menjadi pengingat dan alarm keras bagi masyarakat dan pemerintah untuk menyiapkan upaya-upaya mitigasi bencana dan menyiapkan masyarakat sadar bencana guna mendukung dan memudahkan langkah penanggulangan bencana apabila bencana terjadi.
Sebelumnya, BPBD Jawa Timur telah memetakan wilayah rawan bencana kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan. Terdapat 22 kabupaten/kota yang bahkan menetapkan status darurat kekeringan di tahun ini, dua di antaranya adalah Trenggalek dan Tulungagung. BPBD setempat juga secara rutin mengirimkan air bersih dan pembangunan sumur bor kepada KK terdampak. BPBD juga akan memfasilitasi apabila dibutuhkan upaya modifikasi cuaca bagi lahan gambut atau area dengan vegetasi rawan terbakar.
Di samping itu, BMKG berharap masyarakat tidak khawatir berlebihan. BMKG menyebut pada November 2026, peta prakiraan cuaca menunjukkan warna kuning yang artinya sebagian wilayah Indonesia akan mulai turun hujan, meskipun masih ada El Nino yang mengiringi hingga awal tahun 2027. Masyarakat juga diimbau tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan. Kondisi cuaca yang cenderung kering dan berangin dapat membuat api lebih mudah menyebar dan menyebabkan kebakaran meluas.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....