Dukungan Keluarga Berperan dalam Keberhasilan ASI Eksklusif dan Cegah Stunting
- 18 Agt 2026 16:38 WIB
- Kediri
RRI.CO.ID, Kediri – Dukungan keluarga dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan ibu memberikan ASI eksklusif kepada bayi. Komunitas Peduli ASI Kediri mendorong keluarga dan lingkungan terdekat untuk memberikan dukungan yang tepat, sebagai bagian dari upaya memenuhi kebutuhan nutrisi bayi sekaligus mencegah risiko stunting.
Konselor Menyusui Komunitas Peduli ASI Kediri, Andreanti Dewi Anggraeni Edianto, mengatakan pemberian ASI eksklusif memberikan manfaat bagi bayi maupun ibu. Namun, dalam praktiknya masih ditemukan berbagai kendala menyusui yang tidak hanya berkaitan dengan faktor teknis dan fisiologis, tetapi juga minimnya edukasi serta dukungan dari lingkungan sekitar.
“Hal yang seharusnya menjadi sesuatu yang alami dan sangat penting bagi ibu serta bayi, ternyata capaian pemberian ASI di Indonesia masih belum optimal. Hampir setiap hari saya bertemu dengan ibu yang menghadapi berbagai persoalan dalam menyusui. Sebagian memang disebabkan faktor teknis maupun fisiologis, tetapi cukup banyak yang terjadi karena edukasi yang belum memadai. Dukungan terhadap ibu juga masih menjadi persoalan, padahal seharusnya dukungan tersebut datang dari lingkungan terdekat,” ujar Dea, Selasa, 18 Agustus 2026.
Menurut Dea, keluarga, khususnya pasangan, perlu memberikan dukungan tanpa memberikan penilaian ketika ibu menghadapi kesulitan dalam proses menyusui. Tekanan berupa penghakiman atau menyalahkan justru dapat memengaruhi kondisi psikologis ibu dan menghambat keberhasilan pemberian ASI eksklusif.
“Ketika ibu menghadapi kendala dalam menyusui, yang dibutuhkan adalah dukungan, bukan judgment. Sangat disayangkan jika kesulitan atau kegagalan dalam menyusui justru dipicu oleh tekanan dari lingkungan sekitar. Bisa saja maksudnya memberikan motivasi, tetapi cara penyampaiannya kurang tepat sehingga yang diterima ibu justru berupa masukan yang tidak sesuai,” jelas Dea.
Ia juga menjelaskan, pencegahan stunting perlu dilakukan melalui pemenuhan empat standar emas nutrisi bayi yang direkomendasikan WHO. Tahapan tersebut meliputi Inisiasi Menyusu Dini atau IMD, pemberian ASI eksklusif selama usia nol hingga enam bulan, pemberian makanan pendamping ASI mulai usia enam bulan, serta melanjutkan pemberian ASI hingga anak berusia dua tahun atau lebih.
“Dalam kaitannya dengan stunting, WHO memiliki empat standar emas nutrisi bayi. Pertama adalah IMD, kemudian ASI eksklusif sejak bayi lahir hingga enam bulan tanpa tambahan makanan atau minuman lain. Tahap ini sangat penting karena tata laksananya juga harus tepat. Setelah itu, MP-ASI diberikan ketika bayi berusia enam bulan, dan pemberian ASI dilanjutkan sampai usia dua tahun atau lebih,” katanya.
Dea menegaskan, keberhasilan menyusui tidak semata-mata menjadi tanggung jawab ibu dan bayi. Menurutnya, dukungan dari keluarga, tenaga kesehatan, pemerintah, dunia usaha, media, dan masyarakat secara luas diperlukan untuk menciptakan lingkungan yang mendukung ibu dalam memberikan ASI.
“Keberhasilan menyusui bukan hanya keberhasilan ibu dan bayinya. Semua pihak perlu menunjukkan kepedulian dan ikut mendukung ibu-ibu di sekitarnya. Keberhasilan ini perlu diwujudkan bersama untuk membentuk generasi yang lebih baik di masa depan. Banyak manfaat yang tidak dapat digantikan ketika bayi berhasil mendapatkan ASI dan ibu memperoleh dukungan untuk menyusui,” ucap Dea.
Sementara itu, Ardina Rezky Noeraini, Dosen Kebidanan UNP, menjelaskan bahwa faktor penyebab stunting juga dampak dari kurangnya asupan nutrisi, terutama pada 1000 hari pertama kehidupan anak. Ia menegaskan bahwa pemenuhan gizi yang baik harus diperhatikan sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun.
"Banyak kasus di mana asupan nutrisi sudah cukup baik, tetapi pola asuh yang kurang tepat membuat anak tetap mengalami stunting. Selain itu, konsumsi makanan yang mengandung 5B sebaiknya dihindari, bahkan setelah anak berusia 5-10 tahun, karena zat berbahaya yang terkandung dalam makanan tersebut bisa berdampak buruk bagi tumbuh kembang anak," jelasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....