Dinkes Intensifkan Fogging Cegah Penyebaran DBD di Kota Kediri
- 04 Agt 2026 17:48 WIB
- Kediri
RRI.CO.ID, Kediri - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kediri mengintensifkan fogging atau pengasapan di sejumlah wilayah sebagai upaya menekan penyebaran demam berdarah dengue (DBD). Salah satu lokasi yang menjadi sasaran adalah Kelurahan Manisrenggo setelah ditemukan tiga warga terkonfirmasi terjanngkit DBD, sehingga langkah pengendalian dilakukan untuk mencegah meluasnya penularan.
Pengasapan dilakukan dengan menyisir sejumlah titik yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti, mulai dari lingkungan permukiman hingga area yang memiliki genangan air. Langkah tersebut merupakan tindak lanjut atas laporan kasus yang diterima Dinkes dari masyarakat.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Kediri, Hendik Supriyanto, menjelaskan fogging dilakukan setelah petugas menerima laporan adanya kasus DBD dan hasil penelusuran di lapangan menunjukkan perlunya tindakan pengendalian.
"Fogging dilaksanakan setelah kami menerima laporan adanya tiga kasus DBD di wilayah tersebut. Upaya ini menjadi salah satu cara untuk memutus mata rantai penyebaran penyakit sehingga risiko penularan dapat ditekan," ujar Hendik, Selasa, 4 Agustus 2026.
Berdasarkan data Dinkes Kota Kediri, sejak Januari hingga awal Agustus 2026 tercatat 19 kasus DBD. Sebagian besar penderitanya merupakan anak-anak. Meski jumlah tersebut lebih rendah dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya, Dinkes menilai kewaspadaan tetap perlu ditingkatkan karena nyamuk penular DBD masih berpotensi berkembang biak, termasuk saat musim kemarau.
Hendik menegaskan, fogging hanya menjadi salah satu bagian dari pengendalian DBD. Menurutnya, upaya pencegahan akan lebih efektif apabila dibarengi dengan keterlibatan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan dan menghilangkan tempat perkembangbiakan nyamuk.
"Walaupun angka kasus DBD tahun ini mengalami penurunan, masyarakat tidak boleh lengah. Menjaga kebersihan lingkungan dan rutin memberantas tempat berkembangnya nyamuk tetap menjadi langkah paling efektif untuk mencegah DBD," ucapnya.
Selain melakukan fogging di wilayah yang ditemukan kasus, Dinkes Kota Kediri terus mengedukasi masyarakat agar konsisten menerapkan gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui 3M Plus. Langkah tersebut diharapkan mampu menekan risiko penularan DBD secara berkelanjutan sekaligus mencegah munculnya kasus baru di berbagai wilayah Kota Kediri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....