Cengkok Dangdut, Jantungnya Musik Dangdut Indonesia
- 26 Jul 2026 15:51 WIB
- Kediri
RRI.CO.ID, Kediri - Cengkok dangdut adalah jantung musik dangdut Indonesia. Hampir semua lagu dangdut selalu identik dengan cengkok khasnya. Meski saat ini banyak bermunculan penyanyi dangdut pendatang baru yang membuat dangdut hampir saja kehilangan jati dirinya.
Dikemas dengan cita rasa dangdut ala generasi jaman now, bukan berarti cengkok dangdut betul-betul dihilangkan.
Cengkok adalah hiasan melodi atau variasi nada yang ditampilkan penyanyi dangdut.
Cengkok juga sering dikaitkan akibat perpaduan musik melayu, arab, dan India. Menurut buku "Dangdut: Musik, Identitas, dan Budaya Populer Indonesia", terdapat 3 ciri utama cengkok dangdut, pertama gaya Melayu. Gaya ini banyak menggunakan vibrato lambat dan penekanan pada nada akhir. Gaya semacam ini dpaat kita temui pada lagu-lagu Elvy Sukaesih era 1970-an.
Kedua, Gaya India. Pada gaya ini lebih banyak slide naik turun dan improvisasi cepat. Gaya ini juga dipengaruhi musik dari film Bollywood. Salah satu musisi yang mengembangkan gaya ini adalah Rhoma Irama. Dan, ketiga adalah gaya Arab. Terdapat istilah "tahrir" atau getaran tenggorokan dan nada panjang melengking, khas qasidah. Gaya ini banyak dipakai penyanyi dangdut koplo modern.
Jurnal Universitas Negeri Makasaar yang meneliti tentang cengkok dangdut juga menjabarkan bahwa cengkok dibagi menjadi tiga karakter, yaitu kelenturan vokal, berupa kemampuan penyanyi dangdut dalam mengubah nada secara halus menjadi naik turun dalam satu ketukan. Cengkok tipis, hiasan nada lembut dna sering dipakai ketika penyanyi menyanyikan lagu dangdut modern atau popdut (pop dangdut). Lalu, cengkok tebal atau keriting, yaitu lilitan nada yang rapat dan dapat ditemyi pada semua lagu-lagu dangdut klasik.
Menyanyi lagu dangdut memang tidak mudah. Membuat cengkok dangdut juga butuh latihan. Menyanyi dangdut dengan cengkok yang tepat memerlukan kontrol nafas yang kuat, kelenturan pita suara, dan kepekaan rasa musikal yang tinggi. Cengkok membutuhkan nafas perut supaya nadanya sampai. Cengkok juga bisa dipelajari dengan cara meniru dan menjiwai.
Menurut Ensiklopedi Musik Indonesia, istilah dangdut lebih populer dari penggunaan bahasanya pada 1970-an. Istilah ini diadopsi dengan meniru suara gendang dan ketipung yang menjadi alat/perkusi dalam permainannya.
Dalam perkembangannya, dangdut mulai banyak bersentuham dengan masyarakat pada periode 1950 hingga 1960-an ketika musik India masuk ke Indonesia. Saat itu, Presiden Sukarno jugaa memiliki hubungan baik dengan India, dan disertai membanjirnya film atau lagu lagu India di Indonesia.
Periode ini mempopulerkan penyanyi Elly Khadam, pedangdut pertama yang mengembangkan dangdut atau orkes Melayu dengan sentuhan irama India dan Arab dan penggunaan suling. Lagunya yang bertajuk Boneka Cantik dari India, memberikan pengaruh yang kuat pada masyarakat. Hingga akhirnya muncul penyanyi-penyanyi dangdut lain, dan banyak yang menjadikannya sebagai kiblat dangdut klasik dengan cengkok khas India.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....