Kebaya dan Simbol Diplomasi Budaya

  • 24 Jul 2026 21:41 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Kediri- Kebaya bukan lagi sekedar pakaian tradisional. Ia telah naik kelas menjelma menjadi alat diplomasi budaya. Kebaya menjadi bagian penting untuk mengenalkan salah satu warisan Indonesia di kancah global. Dalam berbagai agenda kenegaraan, kebaya selalu mencuri perhatian dan menjadi busana kebesaran diplomatik, sejajar dengan batik.

Dalam sejarahnya seperti dikutip dari Good Newa From Indonesia, kebaya pernah menjadi simbol strata sosial pada masa Hindia Belanda. Kebaya menjadi pembeda antara kaum pribumi dan bukan. Lalu, abad ke 19, kebaya menjadi pakaian harian yang dapat dikenakan semua kalangan termasuk anak-anak.

Kebaya memiliki akar sejarah yang panjang. Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, juga pernah menyebut kebaya dapat menjadi tren global melalui kreatifitas dan akulturasi. Baginya, pengakuan kebaya oleh UNESCO pada 4 Desember 2024 ke dalam Representative List of the Intangible Cultural Heritage of Humanity adalah capaian penting.

Kebaya juga dianggap sebagai narasi budaya yang mudah ditiru dan dipahami. Itulah mengapa warisan ini perlu dijaga dan dikenalkan kepada generasi penerus. Kebaya juga dianggap sebagai bentuk jati diri, persatuan, dan peradaban perempuan Indonesia di mata dunia.

Pengakuan kebaya oleh UNESCO, juga membuka peluang bagi pengembangan ekonomi kreatif, terutama bagi para perajin dan pelaku industri fashion tradisional. Kebaya dapat semakin dikenal atau go global, sehingga meningkatkan nilai ekonominya tanpa menghilangkan nilai budaya yang melekat.

Dilansir dari akun resmi Sekjen PDI Perjuangan, kebaya pertama kali menjadi alat diplomasi berkat Presiden Sukarno, tahun 1955, ketika terselenggaranya Konferensi Asia Afrika di Bandung. Presiden menampilkan segala hal tentang Indonesiaisme. Presiden menyebutnya sebagai diplomasi seni budaya.

Pada diri Bung Karno, budaya dan seni sudah menyatu. Semua dilakukan demi terwujudnya tujuan negara. Dengan menampilkan politik dan seni dalam kesatuan, implementasi Indonesia yang berdaulat di bidang politik dan berkepribadian dalam kebudayaan terwujud sempurna. Baginya, seni dapat membungkus gagasan besar dalam politik. Begitulah alasan, mengapa kebaya sampai hari ini tetap dipertahankan dan disegani banyak orang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....