Pemkab Kediri Salurkan Bantuan Susu untuk Tekan Stunting

  • 21 Jul 2026 07:22 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Kediri – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri terus mempercepat upaya penanganan stunting. Salah satu langkah yang dilakukan sesuai arahan Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana atau Mas Dhito ialah menyalurkan bantuan susu kepada 65 anak usia bawah dua tahun (baduta) pra stunting dan stunting di Kecamatan Pare, Puncu, dan Kepung.

Program tersebut merupakan kolaborasi Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Kediri. Aksi #NoStunting digelar di Pendopo Kecamatan Pare, Senin, 20 Juli 2026.

Mewakili Bupati Kediri, Wakil Bupati Dewi Mariya Ulfa mengatakan bantuan susu akan diberikan selama 90 hari. Penyalurannya dipantau kader Tim Pendamping Keluarga (TPK) dan kader PKK yang juga memberikan edukasi kepada keluarga mengenai pola asuh serta pemenuhan gizi anak.

"Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian yang tepat sasaran karena diberikan kepada kelompok masyarakat rentan yang benar-benar membutuhkan dukungan gizi," ujar Dewi.

Berdasarkan hasil Bulan Timbang Balita Februari 2026 yang telah diverifikasi, prevalensi stunting di Kabupaten Kediri mencapai 7,65 persen atau 6.247 balita dari 81.675 balita yang diperiksa.

Sementara itu, prevalensi wasting tercatat sebesar 4,74 persen atau 3.869 balita. Angka tersebut menunjukkan adanya perbaikan dibandingkan periode sebelumnya, meski intervensi berkelanjutan tetap diperlukan untuk menekan kasus stunting.

Dewi mengungkapkan, Kecamatan Puncu menjadi wilayah dengan prevalensi stunting tertinggi, yakni 11,15 persen atau 363 balita. Sementara Kecamatan Kandat mencatat prevalensi terendah sebesar 5,01 persen atau 150 balita.

"Saat ini masih terdapat 60 desa dengan prevalensi stunting dua digit yang memerlukan perhatian dan penanganan lebih intensif," katanya.

Wakil Ketua III Baznas Kabupaten Kediri, Mochammad Najib Sa'dulloh, menyampaikan program bantuan susu tahun 2026 merupakan tahun kedua pelaksanaannya. Pada 2025, Baznas telah menyalurkan bantuan kepada 36 anak pra stunting di Kecamatan Ngasem.

"Tahun ini cakupan program diperluas menjadi 65 anak di tiga kecamatan, yakni Pare, Puncu, dan Kepung," ujar Najib.

Melalui kolaborasi antara Pemkab Kediri dan Baznas, program bantuan susu diharapkan dapat mempercepat penurunan angka stunting sekaligus meningkatkan status gizi baduta pada wilayah yang masih memiliki prevalensi stunting tinggi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....