Persaingan Ketat, Seleksi Beasiswa Berdaya Kediri Dipastikan Tepat Sasaran
- 11 Jul 2026 05:24 WIB
- Kediri
RRI.CO.ID, Kediri - Tingginya jumlah pendaftar membuat proses seleksi Beasiswa Berdaya Pemerintah Kabupaten Kediri berlangsung semakin kompetitif. Untuk memastikan bantuan pendidikan benar-benar diterima mahasiswa dari keluarga yang membutuhkan, tim verifikasi melakukan pengecekan langsung ke lapangan sehingga penentuan penerima tidak hanya didasarkan pada dokumen administrasi, tetapi juga kondisi riil calon penerima.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri, Mokhamat Muhsin, mengatakan verifikasi lapangan mulai dilaksanakan sejak 29 Juni 2026 untuk seleksi Beasiswa Berdaya jenjang mahasiswa. Menurutnya, kunjungan ke rumah pemohon menjadi bagian penting dalam memastikan data yang disampaikan sesuai dengan kondisi sebenarnya.
"Kami ingin proses seleksi berjalan secara adil. Karena itu, verifikasi dilakukan langsung ke lapangan agar bantuan diberikan kepada mahasiswa yang memang layak menerima, bukan hanya berdasarkan berkas administrasi," ujar Muhsin, Jumat, 10 Juli 2026.
Ia menjelaskan, tingginya antusiasme masyarakat membuat jumlah pemohon jauh melampaui kuota yang tersedia. Pada tahap pertama, sebanyak 1.246 mahasiswa mengajukan permohonan, sementara kuota penerima hanya ditetapkan sebanyak 580 orang.
Kondisi tersebut membuat proses seleksi harus dilakukan lebih cermat. Hingga tahapan verifikasi berjalan, tercatat sebanyak 780 pemohon belum memenuhi hasil verifikasi, sedangkan 245 calon penerima telah dinyatakan lolos. “Proses verifikasi masih berlangsung hingga 18 Juli 2026 sebelum dilanjutkan pada tahap berikutnya,” jelasnya.
Muhsin menuturkan, pemeriksaan yang dilakukan tim verifikator tidak hanya mencakup kelengkapan dokumen, tetapi juga menilai kondisi sosial ekonomi keluarga, kategori kesejahteraan berdasarkan desil, prestasi akademik, hingga kondisi nyata calon penerima di tempat tinggalnya.
"Tahapan verifikasi ini menjadi penentu agar manfaat beasiswa benar-benar dirasakan oleh mahasiswa yang mengalami keterbatasan biaya pendidikan. Itu yang menjadi fokus kami dalam proses seleksi," katanya.
Menurutnya, mekanisme tersebut diterapkan untuk menjaga akuntabilitas penyaluran anggaran beasiswa sekaligus menghindari potensi bantuan yang tidak tepat sasaran. Dengan verifikasi lapangan, peluang penerima yang tidak memenuhi kriteria dapat diminimalkan.
Muhsin menambahkan, Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana terus mendorong pemerataan akses pendidikan bagi masyarakat. Melalui Program Beasiswa Berdaya, pemerintah daerah berharap mahasiswa berprestasi dari keluarga kurang mampu tetap memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi tanpa terkendala biaya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....