Ribuan Warga Kediri Meriahkan Sedekah Bumi Kirab Kebur Ubalan 2026

  • 04 Jul 2026 12:07 WIB
  •  Kediri
Poin Utama
  • Ribuan warga memadati Wisata Sumber Ubalan pada Sabtu, 4 Juli 2026, untuk mengikuti Sedekah Bumi Kirab Kebur Ubalan 2026, tradisi tahunan ungkapan syukur atas hasil bumi dengan kirab tumpeng dan pembagian ribuan sajian gratis.
  • Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri mengapresiasi kegiatan ini karena dinilai mampu menjaga kelestarian budaya lokal sekaligus memperkuat daya tarik pariwisata yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi masyarakat.
  • Wisata Sumber Ubalan kembali dibuka akhir tahun 2025 setelah sebelumnya berhenti beroperasi akibat pandemi COVID-19, dan penyelenggaraan Sedekah Bumi ini diharapkan dapat menghidupkan kembali potensi pariwisata kawasan Ubalan.

RRI.CO.ID, Kediri – Ribuan warga memadati kawasan Wisata Sumber Ubalan, Desa Jarak, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri, Sabtu, 4 Juli 2026, untuk mengikuti rangkaian kegiatan Sedekah Bumi Kirab Kebur Ubalan 2026. Tradisi tahunan yang menjadi bentuk ungkapan syukur atas hasil bumi tersebut berlangsung meriah dengan kirab tumpeng hasil panen, doa bersama, hingga pembagian ribuan sajian gratis kepada masyarakat.

Kirab tumpengan hasil bumi dalam kegiatan Sedekah Bumi Kirab Kebur Ubalan 2026 menuju Sendang Ubalan (Foto: RRI/Kusuma)

Kepala Desa Jarak, Mohammad Toha, mengatakan Sedekah Bumi Kebur Ubalan merupakan agenda tahunan masyarakat desa yang diawali dengan doa dan kirim leluhur di Balai Desa Jarak serta Sendang Sumber Ubalan. Prosesi tersebut ditujukan sebagai bentuk penghormatan kepada para leluhur, pendiri desa, sekaligus doa agar masyarakat memperoleh keberkahan.

Tahun ini, kirab menghadirkan lima tumpeng hasil bumi, terdiri atas empat tumpeng yang diarak dan satu tumpeng yang ditempatkan di lokasi kegiatan. Selain kirab hasil bumi, panitia juga membagikan 1.000 porsi dawet, 1.000 cangkir kopi, dan 1.000 porsi nasi pecel secara gratis kepada masyarakat.

Seluruh sajian tersebut berasal dari hasil bumi serta swadaya warga Desa Jarak. "Kami berharap tradisi ini menjadi wujud rasa syukur masyarakat sekaligus doa agar petani dijauhkan dari hama, hasil panen semakin melimpah, kesejahteraan warga meningkat, dan Wisata Sumber Ubalan semakin dikenal masyarakat luas," ujar Mohammad Toha.

Ia menambahkan, jumlah pengunjung yang hadir diperkirakan mencapai lebih dari 10.000 orang.

Kirab tumpengan hasil bumi dalam kegiatan Sedekah Bumi Kirab Kebur Ubalan 2026 menuju Sendang Ubalan (Foto: RRI/Kusuma)

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri, melalui Staf Bidang Jakala Disparbud Kabupaten Kediri, Achmad Khudori, mengapresiasi penyelenggaraan Sedekah Bumi Kirab Kebur Ubalan yang dinilai mampu menjaga kelestarian budaya sekaligus memperkuat daya tarik pariwisata daerah. Menurutnya, kegiatan berbasis tradisi seperti ini dapat menjadi magnet wisata yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi masyarakat.

"Pemerintah daerah akan terus mendorong pelestarian budaya lokal agar mampu berkembang menjadi daya tarik wisata yang memberi manfaat bagi masyarakat sekaligus menjaga kelestarian kawasan Sumber Ubalan," kata Achmad Khudori.

Kegiatan Sedekah Bumi Kirab Kebur Ubalan 2026 di Sendang Ubalan (Foto: RRI/Kusuma)

Sementara itu, salah seorang warga, Rani, mengaku senang dapat kembali mengikuti tradisi Sedekah Bumi Kebur Ubalan. "Suasananya sangat meriah dan berkesan. Semoga tahun depan acaranya bisa lebih ramai lagi dan tradisi ini terus dilestarikan," kata Rani.

Wisata Sumber Ubalan sendiri kembali dibuka untuk masyarakat pada akhir tahun 2025 lalu setelah sebelumnya sempat berhenti beroperasi akibat pandemi COVID-19. Pemerintah desa berharap penyelenggaraan Sedekah Bumi Kirab Kebur Ubalan ini tidak hanya menjadi upaya melestarikan tradisi, tetapi juga mampu menghidupkan kembali potensi pariwisata kawasan Ubalan sehingga semakin banyak dikunjungi wisatawan lokal, maupun luar daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....