Tepis Mitos 'Angker', Ini Alasan Lirboyo Layak Gelar Muktamar NU 2026
- 03 Jul 2026 17:29 WIB
- Kediri
Poin Utama
- PBNU telah menetapkan Tim Survei Lokasi Muktamar Ke-35 NU yang akan digelar pada 1-5 Agustus 2026
RRI.CO.ID, Kediri - Wacana Jawa Timur menjadi tuan rumah Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) berikutnya semakin menguat. Dari lima provinsi yang masuk radar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Jatim menjadi kandidat paling diunggulkan. Dukungan dari akar rumput pun terus mengalir.
Salah satu suara yang lantang datang dari KH Basori Alwi, Pengasuh Pondok Pesantren Roudhotul Ibaad, Dusun Kaliawen Timur, Desa Ngino, Kecamatan Plemahan, Kabupaten Kediri.
Ia secara terbuka mendukung Muktamar digelar di Jawa Timur, khususnya di Kediri dengan Pondok Pesantren Lirboyo sebagai lokasi utama.
"Alhamdulillah, kalau sudah ada wacana dari PBNU, kami dari Pondok Pesantren Roudhotul Ibaad sangat mendukung diletakkan di Jawa Timur. Harapan kita, didukung lagi untuk ditempatkan di Lirboyo," ujar KH Basori Alwi dengan optimis, pada Jumat, 3 Juli 2026.
Menurutnya, alasan utama tersebut adalah ikatan historis dan kultural Lirboyo dengan NU. Ia menyebut Lirboyo bukan sekadar pesantren besar, tetapi pondok yang benar-benar memperjuangkan NU sejak lama.
"Mayoritas pengurus PCNU hingga pengurus ranting NU di seluruh Indonesia banyak yang merupakan alumni Lirboyo. Jadi ini bisa menjadi momentum silaturahmi akbar bagi mereka untuk kembali ke pondok," jelasnya.
Bagi pesantren-pesantren kecil, imbuhnya, keputusan para masayikh Lirboyo maupun Ploso selalu menjadi rujukan.
"Kami sangat sam'an wa tho'atan, mendengar dan patuh," katanya.
Menjawab mitos lama bahwa Kediri 'angker' bagi pejabat negara, KH Basori Alwi menawarkan solusi bijak agar Muktamar tetap bisa dihelat. Ia meminta masyarakat tidak menjadikan mitos itu sebagai penghalang.
"Solusinya, pembukaan Muktamar bisa diletakkan di kabupaten sekitar Kediri. Boleh di Jombang, Blitar, atau kabupaten terdekat lainnya. Itu tidak apa-apa," usul KH Basori Alwi.
Dengan strategi itu, prosesi seremonial yang dihadiri Presiden dan menteri bisa berlangsung di luar Kediri, sementara inti persidangan dan kegiatan Muktamar tetap dilaksanakan di Lirboyo.
Selain faktor sejarah, kesiapan infrastruktur Kediri juga menjadi pertimbangan kuat. KH Basori Alwi menilai Lirboyo sudah sangat mumpuni dari sisi fasilitas publik.
"Fasilitasnya sangat mumpuni untuk Lirboyo. Ini pondok besar. Mulai dari akses Bandara Dhoho Kediri, jalan besar, hingga fasilitas umum lainnya sangat menjangkau dan memudahkan peserta dari berbagai daerah," ujarnya.
KH Basori Alwi juga mengajak, bagi seluruh warga Nahdliyin di Kediri dan sekitarnya untuk mempersiapkan diri menjadi tuan rumah yang baik.
"Mari kita jaga kekompakan, kebersihan, dan keramahan. Kombinasi infrastruktur modern dan karisma kultural Lirboyo sudah cukup untuk menyukseskan Muktamar," katanya.
Sebelumnya, dalam keterangan, Kamis, 2 Juli 2026 di Jakarta, Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), H Amin Said Husni, mengemukakan bahwa PBNU telah menetapkan Tim Survei Lokasi Muktamar Ke-35 NU yang akan digelar pada 1-5 Agustus 2026.
Pembentukan tim tersebut merupakan salah satu tindak lanjut hasil Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) NU 2026 di Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Kediri, Jawa Timur, pada 20-22 Juni 2026.
"Tim survei ini menunjuk Kiai Ahmad Said Asrori sebagai Ketua Tim dan Ketua SC, sedangkan Sekretaris Tim Survei adalah Sekretaris SC, Prof Dr Muhammad Nuh," kata Amin Said Husni.
Lebih lanjut, forum ini juga memutuskan lima provinsi yang menjadi kandidat lokasi penyelenggaraan Muktamar Ke-35 NU sebagaimana direkomendasikan dalam Munas-Konbes.
Dalam waktu dekat Tim survei akan meninjau sejumlah pondok pesantren, yakni Pondok Pesantren Syekh Al-Falah di Padang, Sumatra Barat; Pondok Pesantren Al-Hamid dan Pondok Pesantren Daarurrahman di Jakarta; Pondok Pesantren Buntet, Pondok Pesantren Babakan Ciwaringin, dan Pondok Pesantren Kempek di Cirebon, Jawa Barat; serta Pondok Pesantren Lirboyo di Kediri, Jawa Timur.
Lalu, Pondok Pesantren Tambakberas di Jombang juga akan disurvei sebagai calon lokasi pembukaan Muktamar. Sementara itu, untuk wilayah Nusa Tenggara Barat, tim akan meninjau Pondok Pesantren Qomarul Huda Bagu di Lombok.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....