Kemenag Kabupaten Kediri Bidik 10.400 Titik pada Gerakan Nasional Rashdul Kiblat

  • 02 Jul 2026 21:31 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Kediri - Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kediri menargetkan pelaksanaan pengukuran dan verifikasi arah kiblat di 10.400 titik dalam Gerakan Nasional 1.448K Rashdul Kiblat yang akan digelar pada 15–16 Juli 2026.

Target tersebut menjadi salah satu yang terbesar di Jawa Timur dan melibatkan ribuan tempat ibadah, pondok pesantren, serta lembaga pendidikan keagamaan yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Kediri.

Untuk memastikan target tersebut tercapai, Kemenag Kabupaten Kediri menggelar rapat koordinasi dan pembekalan teknis bagi 52 penghulu dan penyuluh agama Islam di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kediri, Kamis, 2 Juli 2026. Kegiatan tersebut difokuskan untuk menyamakan pemahaman teknis sekaligus memperkuat koordinasi menjelang pelaksanaan Gerakan Nasional Rashdul Kiblat yang merupakan bagian dari rangkaian Peaceful Muharram 1448 Hijriah.

Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kemenag Kabupaten Kediri, Agus Salim, mengatakan penghulu dan penyuluh agama memiliki peran penting dalam menyukseskan pelaksanaan program tersebut karena menjadi penghubung langsung dengan masyarakat dan pengelola tempat ibadah.

"Keberhasilan kegiatan ini sangat bergantung pada kerja sama seluruh penghulu dan penyuluh di lapangan. Mereka akan menjadi garda terdepan dalam memberikan pendampingan sekaligus memastikan proses pengecekan arah kiblat dapat dilaksanakan dengan baik," ujar Agus Salim.

Menurut Agus, target 10.400 titik akan dicapai melalui pelibatan berbagai sarana keagamaan yang tersebar di 26 kecamatan. Lokasi yang menjadi sasaran meliputi 2.459 masjid, 4.821 musala, 325 pondok pesantren, serta 168 madrasah tingkat MTs dan MA, dengan dukungan 85 penghulu dan 106 penyuluh agama Islam.

Ia menilai besarnya cakupan tersebut membutuhkan koordinasi yang intensif sejak awal agar seluruh lokasi sasaran dapat terlayani sesuai jadwal yang telah ditentukan.

"Kami meminta seluruh petugas segera menjalin komunikasi dengan pengurus masjid, musala, pondok pesantren, dan madrasah di wilayah masing-masing. Persiapan yang dilakukan sejak sekarang akan sangat menentukan kelancaran pelaksanaan pada pertengahan Juli nanti," katanya.

Selain pengarahan, peserta juga mengikuti simulasi pengukuran arah kiblat menggunakan peralatan yang akan dipakai saat kegiatan berlangsung. Berbagai perangkat seperti tripod, bandul, benang, penggaris siku, hingga alat tulis diperagakan agar petugas memiliki pemahaman teknis yang seragam ketika melakukan pengukuran di lapangan.

Melalui pembekalan tersebut, Kemenag Kabupaten Kediri berharap seluruh penghulu dan penyuluh memiliki kesiapan yang sama dalam menjalankan Gerakan Nasional Rashdul Kiblat. Selain memastikan ketepatan arah kiblat di tempat ibadah, kegiatan ini juga diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan keagamaan sekaligus memperluas pemahaman masyarakat mengenai pentingnya akurasi arah kiblat berdasarkan metode pengukuran yang tepat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....