Kelangkaan BBM Ganggu Aktivitas Warga, Pemkab Bergerak Cari Solusi

  • 29 Jun 2026 20:21 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Jombang - Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di sejumlah SPBU di Kabupaten Jombang mulai berdampak terhadap aktivitas masyarakat. Antrean kendaraan masih terjadi di beberapa titik, sementara sebagian SPBU dilaporkan sempat kehabisan stok Pertalite maupun Solar.

Menyikapi kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang bergerak menyiapkan langkah penyelesaian dengan menjadwalkan koordinasi bersama Pertamina untuk memperbaiki distribusi BBM bersubsidi.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin) Jombang, Anjik Eko Saputro, mengatakan pihaknya telah melakukan pemantauan ke hampir seluruh SPBU selama tiga hari terakhir. Dari hasil monitoring tersebut, persoalan yang ditemukan bukan berasal dari tingkat SPBU, melainkan pada proses distribusi dari depo menuju masing-masing SPBU.

"Selama tiga hari terakhir kami melakukan pemantauan di hampir seluruh SPBU. Berdasarkan informasi dari pengelola, hambatan utamanya terjadi pada proses pengiriman BBM dari Surabaya ke SPBU di Jombang," ujarnya, Senin, 29 Juni 2026.

Berdasarkan informasi yang diterima Disdagrin, keterlambatan distribusi diduga berkaitan dengan kendala operasional armada pengangkut BBM, khususnya dalam pengaturan jadwal kerja pengemudi. Kondisi tersebut menyebabkan pasokan BBM ke sejumlah SPBU tidak dapat diterima sesuai jadwal sehingga memicu kekosongan stok di beberapa lokasi.

"Informasi yang kami terima mengarah pada adanya kendala pengaturan jadwal sopir armada pengangkut. Akibatnya, distribusi BBM ke sejumlah SPBU menjadi terlambat," kata Anjik.

Untuk mempercepat penyelesaian persoalan tersebut, Pemkab Jombang akan segera memanggil pihak Pertamina guna membahas langkah-langkah perbaikan distribusi. Menurut Anjik, koordinasi ini penting agar pasokan BBM bersubsidi kembali stabil dan masyarakat tidak lagi mengalami kesulitan memperoleh bahan bakar.

"Dalam waktu dekat kami akan mengundang Pertamina untuk mencari solusi bersama. Harapannya distribusi kembali normal, sehingga stok di setiap SPBU tetap tersedia dan masyarakat tidak perlu lagi mengantre panjang ataupun kesulitan mendapatkan BBM," jelasnya.

Di sisi lain, dampak kelangkaan BBM masih dirasakan masyarakat. Salah seorang pengendara, Iqbal, mengaku harus menghabiskan waktu lebih lama untuk mencari SPBU yang masih memiliki stok BBM bersubsidi.

"Sudah hampir satu minggu saya harus berpindah-pindah SPBU karena beberapa tempat kehabisan Pertalite. Mudah-mudahan persoalan ini segera ditangani supaya masyarakat bisa kembali mendapatkan BBM dengan mudah tanpa harus antre lama," ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....