Diduga Korsleting Listrik, Rumah Warga Terbakar dan Muncul Letusan
- 28 Jun 2026 17:25 WIB
- Kediri
Poin Utama
- Rumah milik Watini, warga RT 001 RW 001 Dusun Ngasem, Desa Rejomulyo, Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri, dilalap si jago merah
RRI.CO.ID, Kediri - Rumah milik Watini, warga RT 001 RW 001 Dusun Ngasem, Desa Rejomulyo, Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri, dilalap si jago merah pada Minggu, 28 Juni 2026. Kebakaran yang diduga dipicu korsleting listrik tersebut mengakibatkan kerugian material hingga sekitar Rp200 juta.
Peristiwa kebakaran pertama kali diketahui saat pemilik rumah baru selesai mandi dan hendak memasuki kamar. Tiba-tiba ia mendengar suara letusan dari kamar yang berada di sebelah ruangan yang akan dimasukinya.
PLT Kepala Satpol PP Kabupaten Kediri, Kaleb Untung Satrio Wicaksono menyatakan, pada peristiwa ini karena pemilik merasa curiga segera memeriksa sumber suara tersebut. Saat pintu kamar dibuka, api sudah membesar dan membakar sebagian ruangan.
"Dalam waktu singkat, kobaran api semakin membesar hingga menghanguskan bagian rumah," kata Kaleb.
Ia menyebutkan, ketika warga sekitar mengetahui kejadian itu langsung berupaya memberikan pertolongan sekaligus menghubungi petugas pemadam kebakaran. Laporan diterima dari seorang warga bernama Riski pada pukul 10.18 WIB agar api tidak semakin meluas ke bangunan lain di sekitar lokasi.
Menerima laporan tersebut, jelas Kaleb, Tim Pemadam Kebakaran Kabupaten Kediri Pos Ngadiluwih segera bergerak menuju lokasi pada pukul 10.20 WIB. Petugas tiba di lokasi kejadian pada pukul 10.33 WIB dan langsung melakukan penanganan dengan menyusun strategi pemadaman.
Untuk mempercepat proses pemadaman, petugas mengerahkan satu unit armada Damkar Pos Ngadiluwih berkapasitas 2.500 liter, Unit 06 berkapasitas 4.000 liter, serta mendapat bantuan satu unit armada Pemadam Kebakaran Kota Kediri. Sinergi antar petugas dilakukan agar kobaran api dapat segera dikendalikan.
Petugas kemudian melakukan penyemprotan air ke titik api sekaligus mencegah kobaran merambat ke bagian bangunan lainnya. Proses pemadaman berlangsung cukup lama karena api telah membakar sebagian besar ruangan dan material di dalam rumah.
"Setelah berjibaku selama kurang lebih dua setengah jam, api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 13.00 WIB. Selanjutnya, petugas melakukan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada bara api yang berpotensi memicu kebakaran kembali," ungkapnya.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal di lokasi, imbuhnya, penyebab kebakaran diduga berasal dari korsleting listrik di area kamar. Meski demikian, penyebab pasti masih menunggu hasil pendataan dan pemeriksaan lebih lanjut dari pihak terkait.
"Akibat kebakaran tersebut, kerugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp200 juta. Sementara itu, aset yang berhasil diselamatkan dari amukan api ditaksir senilai Rp55 juta," ujarnya.
Pada insiden ini, lanjutnya, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa ini. Seluruh penghuni rumah berhasil menyelamatkan diri sehingga tidak terdapat korban luka ringan, luka berat, maupun korban meninggal dunia.
"Kami mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi kebakaran yang dipicu instalasi listrik," katanya.
Ia berharap, dengan kejadian ini warga bisa rutin memeriksa kondisi jaringan listrik, dan tidak menggunakan instalasi yang sudah rusak. Mereka juga wajib memastikan seluruh peralatan listrik dalam kondisi aman guna mencegah terjadinya kebakaran serupa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....