Musim Kemarau Dongkrak Prospek Panen Cengkeh Wonosalam
- 28 Jun 2026 14:51 WIB
- Kediri
RRI.CO.ID, Jombang - Musim kemarau yang berlangsung pada pertengahan tahun 2026 membawa harapan bagi petani cengkeh di Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang. Curah hujan yang lebih rendah dinilai menciptakan kondisi yang lebih ideal bagi tanaman cengkeh untuk berbuah, sehingga prospek hasil panen tahun ini diperkirakan lebih baik dibanding musim sebelumnya.
Salah seorang petani cengkeh di Dusun Segunung, Desa Carangwulung, Hari, mengatakan sebagian besar tanaman cengkeh varietas Zanzibar miliknya menunjukkan perkembangan yang cukup baik.
"Sekitar 400 pohon sudah memasuki masa panen. Memang masih ada beberapa tanaman yang terdampak OPT, tetapi kondisinya masih bisa dikendalikan sehingga kami tetap yakin produksi tahun ini akan lebih maksimal. Yang paling kami harapkan sekarang adalah harga jual tetap stabil ketika panen berlangsung," ujar Hari, Minggu 28 Juni 2026.
Optimisme petani tersebut sejalan dengan besarnya peran Kecamatan Wonosalam sebagai daerah penghasil cengkeh terbesar di Kabupaten Jombang. Wilayah pegunungan ini masih menjadi tulang punggung produksi cengkeh daerah dengan kontribusi lebih dari separuh total hasil panen kabupaten setiap tahunnya.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jombang, M. Rony, menjelaskan luas areal perkebunan cengkeh di Kabupaten Jombang mencapai 660,5 hektare. Sebanyak 435 hektare berada di Kecamatan Wonosalam, sedangkan 225,5 hektare lainnya tersebar di Kecamatan Bareng.
"Wonosalam masih menjadi sentra utama produksi cengkeh di Kabupaten Jombang. Kontribusinya mencapai lebih dari 60 persen dari total produksi cengkeh daerah setiap tahun," kata Rony.
Berdasarkan data Dinas Pertanian Kabupaten Jombang tahun 2025, produksi cengkeh kering di Kecamatan Wonosalam mencapai sekitar 234,9 ton per tahun. Sementara itu, Kecamatan Bareng menghasilkan sekitar 128,35 ton sehingga total produksi cengkeh kering Kabupaten Jombang mencapai sekitar 363 ton per tahun dengan produktivitas rata-rata 0,55 ton per hektare.
Untuk menjaga bahkan meningkatkan hasil produksi, Dinas Pertanian terus melakukan pendampingan kepada petani melalui penerapan budidaya yang baik, pengendalian organisme pengganggu tanaman, serta peningkatan mutu hasil panen. Pemerintah daerah juga memperkuat pengembangan perkebunan cengkeh melalui penyediaan bibit unggul dan program peremajaan tanaman.
"Selama tahun 2025 kami telah menyalurkan sekitar 3.000 bibit cengkeh ke kawasan potensial di Wonosalam dan Bareng. Pada tahun 2026 juga disiapkan program peremajaan tanaman seluas enam hektare di Kecamatan Bareng untuk menjaga keberlanjutan produksi," ucapnya.
Selain bantuan bibit dan peremajaan tanaman, penguatan kapasitas sumber daya petani juga terus dilakukan melalui pembinaan kelompok tani. Sepanjang 2025 hingga 2026, sebanyak 250 petani cengkeh di Kecamatan Wonosalam dan Bareng memperoleh pendampingan guna meningkatkan keterampilan budidaya, memperbaiki kualitas hasil panen, serta memperkuat pengelolaan usaha tani agar produksi cengkeh di Kabupaten Jombang tetap terjaga.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....