Pascagempa Palu, Relawan Pastikan Kondisi Kampung Peradaban LMI Aman
- 24 Jun 2026 22:09 WIB
- Kediri
Poin Utama
- Pascagempa Palu, relawan memastikan kondisi Kampung Peradaban LMI diyakini aman
RRI.CO.ID, Kediri - Pascagempa Palu, relawan memastikan kondisi Kampung Peradaban LMI diyakini aman. Pada Rabu, 24 Juni 2026, Humanitarian Program Laznas LMI, Susanto, menjelaskan,
kompleks pemukiman ini dibangun oleh Laznas LMI bersinergi dengan Yayasan Islam Al-Fahmi dan didukung JSIT Sulawesi Tengah.
"Kampung ini khusus diperuntukkan bagi guru-guru yang rumahnya terdampak gempa & likuifaksi Palu 8 tahun lalu. Lokasinya tepat di Jl. Kebun Sari, Kelurahan Petobo, Kecamatan Palu Selatan, dan resmi dihuni sejak April 2019," kata Susanto.
Menurutnya, hingga sekarang Kampung Peradaban Palu tetap menjadi contoh pemukiman berbasis pendidikan karakter.
"Kondisi itu tampak dari rumah yang terawat, kegiatan pengajian rutin berjalan, dan semangat gotong royong warga masih sangat kuat," katanya.
Ia berharap, Kampung Peradaban Palu terus jadi oase ilmu dan teladan pemulihan pasca bencana.
Di tempat sama, Ustadz Mahmud Yunus selaku penanggung jawab Kampung Peradaban menambahkan, fokus kegiatan warga di sini adalah Pendidikan Al-Qur'an dan Bahasa.
"Warga dan anak-anak dibina menjadi hafiz/hafizah, sekaligus diajarkan kemampuan Bahasa Inggris sebagai bekal dakwah dan pendidikan," kata Mahmud Yunus.
Lebih lanjut, untuk menjaga silaturahmi dan kesederhanaan, warga berkomitmen hanya menggunakan 1 televisi di setiap rumah.
"Langkah ini bertujuan, agar interaksi lebih hidup. Misalnya ada aktivitas mengaji bersama, mengobrol, dan saling menguatkan antar tetangga," katanya.
Berdasarkan informasi dari BMKG, pada hari Selasa, 16 Juni 2026, pukul 10.27.45 WIB wilayah Palu, Sulawesi Tengah diguncang gempa bumi tektonik.
Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M6,7. Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 1,03° LS ; 120,24° BT, atau tepatnya berlokasi di darat 42 km tenggara Palu, Sulawesi Tengah pada kedalaman 10 km.
Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar aktif. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan turun ( normal fault).
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....