Menjadi Tua itu Pasti, tetapi Menjadi Dewasa Butuh Hati yang Bersih
- 24 Jun 2026 03:33 WIB
- Kediri
RRI.CO.ID, Kediri – Pada hakikatnya setiap manusia pasti nantinya akan menjadi tua, karena semua merupakan proses fisik yang dialami oleh setiap manusia. Namun untuk menjadi dewasa butuh hati yang bersih dalam menyikapi persoalan yang dihadapinya, tidak semua yang tua pasti menjadi dewasa.
Setiap manusia yang telah menjadi tua belum tentu mereka juga sudah dewasa. Kedewasaan seseorang bukan dilihat dari seberapa tua angka usianya, namun kedewasaan dapat dinilai dari merespon masalah, pengambilan keputusan, dan kualitas mental yang dialaminya.
Dalam kesempatan Kajian Mutiara Pagi RRI Kediri, Selasa, 23 Juni 2026, Ustd Dr. Ahmad Fakhruddin F.I, M.Th.I, CDAI. selaku pengasuh PP Darul Qawa’id, Tawar, Jombang dan Dosen Prodi KPI UNHASY menjelaskan menjadi tua merupakan sebuah kepastian, menjadi dewasa harus bersih hati.
“Setiap manusia tidak ada yang bisa untuk melawan waktu dan takdir, setiap hari sejatinya kita bukan merayakan pertambahan umur kita namun merayakan semakin berkurangnya umur kita di dunia. Menjadi tua dengan dewasa merupakan hal yang berbeda. Banyak sekali contoh disekitar kita mereka sudah tua namun ada yang masih tidak memiliki sikap, cara pemikiran, cara pengambilan keputusannya masih belum dewasa.” ujar Ustd Fakhruddin.
Ia juga menyampaikan bahwa disekitar kita ada juga orang yang sudah tua namun belum mampu untuk menjadi teladan bagi yang muda. Selain takdir yang mengharuskan kita menjadi tua, namun kita juga harus lebih dewasa dalam bersikap.
Usia yang terus bertambah merupakan sebuah takdir, namun dewasa merupakan ikhtiar kita sebagai manusia. Allah SWT menjelaskan bahwa manusia akan melewati tahapan kehidupan hingga mencapai usia tuanya nanti, dalam surat Ar-Rum ayat 54 Allah SWT berfirman.
“Allah lah dzat yang menciptakan kalian semua dalam keadaan lemah, kemudian dia menjadikan kamu sesudahnya menjadi kuat atau tua, kemudian dia menjadikan kalian sesudah kuat atau tua itu menjadi lemah kembali dan beribadah. Ayat ini menunjukkan bahwa menjadi tua merupakan ketetapan Allah SWT yang tidak dapat dihindari atau biasa kita sebut sebagai takdir, namun menjadi dewasa merupakan pembersihan hati, pengendalian diri dan juga perbaikan akhlak” ungkapnya.
Kedewasaan bisa dimulai dari hati yang bersih, seperti apa yang disampaikan Nabi Muhammad SAW. “Baginda Rasulullah mengingatkan perilaku yang baik atau buruk dari seseorang itu semua bergantung pada hatinya. Hati ini menjadi poros dalam setiap langkah kita, jika hati kita baik maka seharusnya nantinya akan tercermin pada perilaku kita” jelasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....