Jombang Kembangkan Sistem Rekrutmen Kerja Terintegrasi lewat TALENTA

  • 24 Jun 2026 03:35 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Jombang - Pemerintah Kabupaten Jombang mulai mengembangkan sistem rekrutmen tenaga kerja yang terintegrasi melalui aplikasi TALENTA. Platform digital tersebut dirancang untuk mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan dalam satu sistem, sehingga proses pencarian, seleksi, hingga penempatan tenaga kerja dapat berlangsung lebih cepat dan efisien.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam meningkatkan penyerapan tenaga kerja sekaligus menjawab tantangan ketidaksesuaian antara kebutuhan industri dan kompetensi pencari kerja. Melalui sistem tersebut, masyarakat dapat mengakses informasi lowongan, mengunggah data diri, hingga melamar pekerjaan secara daring tanpa harus mendatangi perusahaan satu per satu.

Wakil Bupati Jombang, M. Salmanudin, mengatakan digitalisasi layanan ketenagakerjaan menjadi kebutuhan yang tidak bisa dihindari di tengah perkembangan dunia kerja yang semakin kompetitif. Menurutnya, keberadaan TALENTA diharapkan mampu menghadirkan layanan yang lebih terbuka, mudah diakses, dan menjangkau lebih banyak pencari kerja.

“Tujuan utama platform ini adalah mempermudah masyarakat memperoleh informasi dan layanan ketenagakerjaan secara menyeluruh. Dengan sistem yang terintegrasi, proses mempertemukan pencari kerja dan perusahaan dapat berjalan lebih efektif dan transparan,” ujarnya, Selasa, 23 Juni 2026.

Selain menyediakan akses lowongan kerja, aplikasi tersebut juga menjadi sarana pengumpulan data ketenagakerjaan yang dapat dimanfaatkan pemerintah untuk memetakan kebutuhan tenaga kerja di berbagai sektor. Data tersebut diharapkan membantu penyusunan program pelatihan yang lebih sesuai dengan kebutuhan dunia usaha.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Jombang, Isawan Nanang Risdiyanto, menjelaskan pengembangan TALENTA merupakan bagian dari upaya modernisasi layanan ketenagakerjaan. Menurutnya, sistem tersebut tidak hanya berfungsi sebagai media informasi lowongan kerja, tetapi juga sebagai jembatan antara lembaga pelatihan, pencari kerja, dan perusahaan.

“Melalui platform ini, proses penempatan tenaga kerja dapat dilakukan lebih terukur karena kebutuhan perusahaan dan profil pencari kerja dapat dipetakan dalam satu sistem. Dengan begitu, peluang terjadinya kecocokan antara kebutuhan industri dan kompetensi tenaga kerja menjadi lebih besar,” katanya.

Isawan menambahkan, penguatan layanan digital juga diiringi dengan program peningkatan kompetensi tenaga kerja. Berdasarkan evaluasi Disnaker, sebagian besar peserta pelatihan kerja yang mengikuti program peningkatan keterampilan dalam beberapa bulan terakhir telah berhasil terserap ke dunia kerja.

Pemerintah Kabupaten Jombang berharap keberadaan TALENTA dapat menjadi instrumen penting dalam menekan angka pengangguran sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap peluang kerja. Ke depan, sistem tersebut akan terus dikembangkan agar mampu mengintegrasikan lebih banyak perusahaan dan layanan ketenagakerjaan dalam satu platform digital.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....