Tutup Munas-Konbes NU 2026, Gus Yahya Tegaskan Komitmen Menjaga NKRI

  • 24 Jun 2026 03:34 WIB
  •  Kediri
Poin Utama
  • Komitmen Nahdlatul Ulama (NU) untuk terus menjaga persatuan bangsa dan mengabdi kepada masyarakat kembali ditegaskan dalam penutupan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) NU 2026
  • Penutupan Munas dan Konbes NU 2026 sekaligus menandai berakhirnya forum strategis yang membahas berbagai persoalan keagamaan, kebangsaan, serta arah kebijakan organisasi menjelang Muktamar NU

RRI.CO.ID,Kediri - Komitmen Nahdlatul Ulama (NU) untuk terus menjaga persatuan bangsa dan mengabdi kepada masyarakat kembali ditegaskan dalam penutupan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) NU 2026.

Kondisi ini tampak pada agenda penutupan Munas-Konbes NU 2026 di Institut Agama Islam Sayyidina Kholil, Bangkalan, Madura, Selasa,23 Juni 2026.

Forum permusyawaratan yang menjadi bagian dari persiapan menuju Muktamar NU itu dihadiri sekitar 1.500 peserta dan tamu undangan dari berbagai daerah.

Rangkaian penutupan dimulai sekitar pukul 13.30 WIB dan berlangsung khidmat. Presiden RI Prabowo Subianto hadir untuk menutup secara resmi agenda tersebut, didampingi jajaran menteri Kabinet Merah Putih, pimpinan PBNU, serta sejumlah ulama dan tokoh nasional.

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya menyampaikan apresiasi atas kehadiran Presiden dalam penutupan Munas dan Konbes. Menurutnya, kehadiran kepala negara menjadi pelengkap atas suksesnya rangkaian permusyawaratan NU menjelang Muktamar yang dijadwalkan berlangsung pada 1–5 Agustus mendatang.

"Kehadiran Bapak Presiden melengkapi kebahagiaan kami setelah berhasil menyelesaikan tugas pelaksanaan Munas dan Konbes yang merupakan rangkaian permusyawaratan menjelang Muktamar," ujar Gus Yahya.

Gus Yahya menegaskan, bahwa NU akan terus memegang teguh komitmennya dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Baginya, NU lahir, tumbuh, dan berkembang bersama bangsa sehingga memiliki tanggung jawab moral untuk terus merawat persatuan dan stabilitas nasional.

Ia mengatakan para kiai, pengurus, dan kader NU yang hadir merupakan representasi warga nahdliyin yang tetap setia kepada bangsa dan negara. Semangat tersebut, kata dia, menjadi fondasi bagi NU untuk terus berkontribusi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

"Kami semua adalah rakyat yang setia kepada negara," katanya.

Gus Yahya optimistis, warga nahdliyin juga memiliki kesiapan untuk terus berjuang dan berkorban demi kepentingan bangsa. Dengan berlandaskan iman yang kuat, pengabdian yang istiqamah, dan semangat berjuang di jalan Allah, NU optimistis dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat.

"Kami siap berjuang dan rela berkorban demi bangsa dan negara tercinta. Kami tidak pernah kehilangan rasa optimis karena kami yakin dengan iman yang teguh, khidmah yang istiqamah, serta perjuangan fi sabilillah untuk bangsa dan negara," katanya.

Untuk menguatkan optimisme tersebut, Gus Yahya mengutip firman Allah SWT, 'Nasrun minallah wa fathun qarib', yang berarti 'pertolongan dari Allah dan kemenangan yang dekat'.

"Saya meyakini bahwa selama umat tetap teguh dalam keimanan dan terus berikhtiar, pertolongan Allah akan selalu menyertai perjuangan mereka," katanya.

Pernyataan itu disambut takbir dan tepuk tangan dari para peserta yang memadati lokasi acara. Suasana tersebut mencerminkan semangat kebersamaan sekaligus optimisme warga nahdliyin dalam menghadapi berbagai tantangan bangsa ke depan.

Penutupan Munas dan Konbes NU 2026 sekaligus menandai berakhirnya forum strategis yang membahas berbagai persoalan keagamaan, kebangsaan, serta arah kebijakan organisasi menjelang Muktamar NU. Melalui forum ini, NU kembali menegaskan perannya sebagai organisasi keagamaan yang terus berkomitmen menjaga persatuan, memperkuat kehidupan kebangsaan, dan mengawal kepentingan umat serta negara.

Selain Presiden Prabowo, sejumlah tokoh nasional dan ulama terkemuka tampak hadir di kursi undangan. Di antaranya Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, Menag Nasaruddin Umar, Ketua MPR Ahmad Muzani, Menko Pangan Zulkifli Hasan, Mensesneg Prasetyo Hadi, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

Hadir pula, Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar, Sekjen PBNU Saifullah Yusuf, KH Said Aqil Siradj, Gus Miftah, dan sejumlah tokoh lainnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....