Presiden Tutup Munas dan Konbes NU 2026, Kenteng Bersejarah Jadi Sorotan

  • 24 Jun 2026 03:37 WIB
  •  Kediri
Poin Utama
  • Presiden RI Prabowo Subianto hadir sekaligus menutup secara resmi forum tertinggi organisasi tersebut
  • Acara penutupan turut dihadiri sejumlah pejabat negara, pimpinan PBNU, para kiai, serta tokoh nasional yang mengikuti rangkaian Munas dan Konbes NU 2026

RRI.CO.ID,Kediri - Suasana penutupan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama (NU) 2026 berlangsung khidmat di Institut Agama Islam Syaichona Mohammad Cholil, Bangkalan, Madura, Selasa, 23 Juni 2026.

Presiden RI Prabowo Subianto hadir sekaligus menutup secara resmi forum tertinggi organisasi tersebut. Pada momentum penutupan ditandai dengan pemukulan Kenteng, lonceng bersejarah yang dibuat dari serpihan bom peninggalan Belanda yang gagal meledak di Pesantren Al-Falah Ploso, Kediri, pada masa penjajahan. Prabowo memukul kenteng sebanyak sembilan kali sebagai simbol bintang sembilan NU dan penghormatan kepada Wali Songo

Agenda ini berlangsung secara simbolis melalui pemukulan Kenteng, sebuah lonceng yang dibuat dari potongan bom peninggalan Belanda yang gagal meledak saat dijatuhkan di Pesantren Al-Falah Ploso, Kediri, pada masa penjajahan. Prabowo memukul kenteng tersebut sebanyak sembilan kali, melambangkan bintang sembilan pada lambang NU sekaligus merepresentasikan Wali Songo.

"Sebagai Presiden Republik Indonesia, dengan ini saya nyatakan Munas dan Konbes NU 2026 resmi ditutup. Terima kasih," kata Presiden RI Prabowo Subianto, yang disambut tepuk tangan meriah sekitar 1.500 tamu undangan.

Munas dan Konbes NU 2026 menjadi forum penting bagi organisasi untuk membahas berbagai persoalan keagamaan, kebangsaan, serta agenda strategis menjelang Muktamar NU mendatang.

Prosesi penutupan ini melengkapi rangkaian pembukaan yang sebelumnya digelar di Pesantren Al-Falah Ploso pada 22 Juni 2026 oleh Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar. Saat pembukaan, kenteng yang sama juga dipukul sebanyak sembilan kali.

Kenteng tersebut hingga kini masih digunakan sebagai penanda waktu salat dan kegiatan belajar santri di Pesantren Al-Falah Ploso. Lonceng itu memiliki nilai sejarah karena berasal dari bom Belanda yang tidak meledak ketika pesantren menjadi sasaran serangan akibat dianggap sebagai tempat berlindung para pejuang kemerdekaan.

Dalam sambutannya, Prabowo menilai NU memiliki peran besar sebagai penjaga stabilitas bangsa. Menurutnya, organisasi tersebut selalu hadir di tengah berbagai tantangan yang dihadapi Indonesia.

Prabowo juga memuji karakter NU sebagai organisasi keagamaan yang tetap menjunjung tinggi semangat nasionalisme dan patriotisme. Salah satu simbol kecintaan terhadap Tanah Air, kata Prabowo, terlihat dari konsistensi warga NU menyanyikan lagu 'Syubbanul Wathon' dalam setiap kegiatan organisasi.

Presiden ikut mengapresiasi semangat para warga nahdliyin saat menyanyikan lagu tersebut. Menurutnya, sikap penuh semangat itu mencerminkan kecintaan yang kuat terhadap bangsa dan negara.

Prabowo menyampaikan, ucapan terima kasih kepada keluarga besar NU atas kontribusi dan dukungan yang terus diberikan dalam menjaga persatuan bangsa. Ia meyakini para kiai dan ulama memiliki peran strategis karena kedekatan mereka dengan masyarakat, terutama di wilayah pedesaan, sehingga memahami secara langsung berbagai persoalan yang dihadapi rakyat.

Sementara itu, Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar turut mendoakan agar Presiden Prabowo senantiasa diberikan kesehatan, perlindungan, serta kebijaksanaan dalam menjalankan pemerintahan. Ia berharap berbagai kebijakan pemerintah mampu menghadirkan kesejahteraan dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

"Kami juga memberikan doa dan harapan kepada Presiden Prabowo Subianto agar senantiasa diberikan kesehatan, perlindungan, serta kemampuan menghadirkan kebijakan yang membawa kesejahteraan bagi rakyat," kata Miftahul Akhyar.

Ia berharap, berbagai langkah yang dijalankan pemerintah dapat semakin memperkuat kesejahteraan masyarakat sekaligus menghadirkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Acara penutupan turut dihadiri sejumlah pejabat negara, pimpinan PBNU, para kiai, serta tokoh nasional yang mengikuti rangkaian Munas dan Konbes NU 2026

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....