Peserta Manisrenggo Festival Pawai Budaya Usung Tema 'Pesta Babi'

  • 21 Jun 2026 17:37 WIB
  •  Kediri
Poin Utama
  • Peserta Manisrenggo Festival Pawai Budaya Usung Tema 'Pesta Babi'
  • MANIFEST Pawai Budaya utamakan kesantunan, pelestarian budaya, nilai edukasi, serta penghormatan terhadap keberagaman masyarakat

RRI.CO.ID, Kediri – Peserta Manisrenggo Festival (MANIFEST) Pawai Budaya yang merupakan gabungan warga RW 04 Kelurahan Manisrenggo, Kecamatan Kota, Kota Kediri, Jawa Timur, antusias dan kompak mengusung tema ‘pesta babi’ dalam rangkaian agenda kegiatan grebeg suro, Minggu, 21 Juni 2026.

Peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah melalui event tahunan MANIFEST kali ini menyuguhkan sesuatu yang berbeda. Lebih dari 1.800 peserta berkesempatan untuk adu kreativitas pakaian adat lengkap dengan properti pendukung, koreografi, yel-yel, dan beberapa hal yang relevan dengan tema MANIFEST tahun ini, ‘The Majestic Culture of Indonesia’.

“Kami sengaja memilih tema ‘pesta babi’ karena ingin menunjukkan kepada masyarakat sebuah tradisi sakral di Papua yang merupakan ritual adat besar dan sangat penting sebagai simbol perdamaian, hubungan sosial, perayaan, dan identitas budaya,” kata Bayu Cahyoadi, perwakilan warga RW 04 Kelurahan Manisrenggo yang turut meramaikan MANIFEST.

Menurutnya, tradisi pesta babi dan kehidupan masyarakat adat sangat bergantung pada kelestarian hutan. “Ketika hutan dibabat dan diganti menjadi kawasan industri, maka identitas, sejarah, ruang hidup masyarakat adat ikut terancam punah. Harapannya hal ini bisa menjadikan pelajaran berharga bagi semua termasuk pemerintah dan masyarakat Kota Kediri,” ujar Bayu.

Sementara itu, David Hendramawan Adhiwibowo, Kepala Kelurahan Manisrenggo, ia sebelumnya telah memberikan himbauan kepada seluruh peserta MANIFEST Pawai Budaya untuk tetap mengutamakan kesantunan, pelestarian budaya luhur, nilai edukasi, serta penghormatan terhadap keberagaman masyarakat tanpa mencederai moralitas publik.

“Kebebasan berkreasi dan bernarasi tetap harus menjunjung tinggi nilai-nilai budaya. Sejalan dengan esensi grebeg suro, harapannya nilai-nilai spiritual, kebangsaan, dan kebudayaan kita yang mengutamakan persatuan dan kesatuan akan semakin kuat,” ucap David kepada RRI Kediri, Minggu siang.

Selain kemeriahan pawai budaya yang diikuti oleh perwakilan warga RT, RW, karang taruna, kader kesehatan, dan perwakilan lembaga pendidikan dari TK sampai perguruan tinggi di lingkungan Kelurahan Manisrenggo, rangkaian acara juga diwarnai pertunjukan seni tradisional ‘Jaranan’ khas Kediri dan pameran produk-produk unggulan para pelaku UMKM.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....