Siswi SMKN 1 Bagor Raih Juara Panjat Tebing Putri Kabupaten Nganjuk

  • 20 Jun 2026 16:30 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Nganjuk – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan siswa SMKN 1 Bagor. Salsabila Rahmatika, siswi jurusan Kuliner yang aktif dalam ekstrakurikuler Pecinta Alam (PALA), berhasil meraih Juara I cabang olahraga panjat tebing putri pada ajang tingkat Kabupaten Nganjuk 2026. Capaian tersebut menjadi pencapaian istimewa karena merupakan pengalaman pertamanya mengikuti kompetisi resmi.

Salsabila mengaku tidak menyangka mampu meraih posisi tertinggi pada perlombaan tersebut. Menurutnya, keberhasilan yang diraih tidak lepas dari dukungan pembina ekstrakurikuler PALA, Yenika, yang sejak awal mendorong dan meyakinkannya untuk mengikuti kompetisi, serta pelatih yang membimbingnya mengenal teknik panjat tebing dari dasar hingga mampu bersaing di tingkat kabupaten.

"Saya sangat bersyukur bisa meraih juara pada kesempatan pertama mengikuti lomba. Dukungan dari pembina dan pelatih menjadi motivasi terbesar bagi saya untuk terus berlatih dan percaya pada kemampuan diri sendiri," ujar Salsabila, Sabtu, 20 Juni 2026.

Sebelum pertandingan, Salsabila telah menjalani latihan intensif setiap hari sepulang sekolah di papan panjat tebing yang berada di belakang Gedung Juang 45 Nganjuk. Latihan rutin tersebut dilakukan untuk meningkatkan kekuatan fisik sekaligus beradaptasi dengan berbagai jalur dan titik pijakan yang akan dihadapi saat perlombaan.

Salsabila mengaku ketertarikannya terhadap panjat tebing berawal dari kecintaannya pada kegiatan alam bebas dan tantangan. Ketertarikan tersebut kemudian membawanya bergabung dengan ekstrakurikuler PALA hingga akhirnya menekuni olahraga panjat tebing secara serius.

Di tengah padatnya aktivitas latihan, ia tetap berupaya menjaga keseimbangan dengan kewajiban akademik. “Tugas-tugas sekolah tetap diselesaikan lebih awal agar tidak mengganggu jadwal latihan yang berlangsung hingga malam hari, sehingga waktu istirahat tetap dapat terpenuhi dengan baik,” katanya.

Dalam perlombaan, tantangan terbesar yang dihadapi adalah menyusun strategi untuk melewati pola jalur panjat yang berbeda dari latihan sehari-hari. Kesempatan melakukan observasi jalur sebelum pertandingan dimanfaatkan untuk menentukan teknik dan arah panjatan yang paling efektif sejak start hingga mencapai puncak.

"Kunci utama dalam panjat tebing bukan hanya kekuatan fisik, tetapi juga kemampuan membaca jalur dan menjaga fokus selama pertandingan. Persiapan mental menjadi hal yang sangat penting agar tidak mudah terpengaruh oleh tekanan maupun komentar dari luar," jelas Salsabila.

Ia juga menegaskan pentingnya menjaga kondisi fisik dengan menghindari cedera yang dapat berdampak fatal saat bertanding. Selain itu, dukungan keluarga, teman, dan sekolah menjadi penyemangat untuk terus mengembangkan kemampuan di bidang panjat tebing.

Ke depan, Salsabila bertekad mempertahankan prestasi sekaligus meningkatkan kemampuannya pada kompetisi berikutnya. Ia pun berpesan kepada generasi muda agar tidak mudah menyerah dalam mengejar prestasi nonakademik.

"Tidak ada keberhasilan yang datang secara instan. Semua membutuhkan proses dan latihan yang konsisten. Kegagalan bukan akhir, melainkan pelajaran untuk menjadi lebih baik dan terus berkembang," ucapnya. (Essa Febriana Ayuningtyas)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....