Kainku, Layanan Peduli Limbah Pakaian

  • 19 Jun 2026 00:08 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Kediri- Bank Sampah Induk Surabaya memiliki program andalan layanan Kainku, guna mengurangi limbah pakaian yang dihasilkan oleh industri fasyen. Kainku menjadi solusi alternatif menekan pembuangan limbah kain ke sungai atau TPA yang berdampak buruk bagi lingkungan. Meski berbayar, Kainku hadir sebagai bentuk kepedulian terhadap masa depan bumi dan manusia yang hidup di dalamnya.

Rizana Hasna Yusuf, Manajer Departemen Pemasaran Bank Sampah Induk Surabaya, kepada RRI, Kamis, 18 Juni 2026, mengatakan layanan ini bisa diakses oleh seluruh masyarakat tidak hanya di Surabaya tetapi juga luar kota. Ia menyadari keberadaan limbah pakaian sangat banyak dan memprihatinkan jika menjadi pemicu pencemaran lingkungan.

"Alhamdulillah sudah jalan programnya. Layanan ini kami fokuskan ke pakaian pakaian yang sudah tidak terpakai dan tidak layak pakai. Banyak yang kirm dari luar kota seperti Gresik, Sidoarjo, hingga Bandung. Bahkan sempat ada warga yang mau kirim paket baju bekas tapi dari Kalimantan. Kami tetap menerima dengan senang hati," ucap Rizana Hasna.

Rizana sengaja menggunakan layanan berbayar selain prosesnya yang sulit, supaya masyarakat memahami bahwa tren fasyen jika tidak tepat penggunaannya justru bisa memicu kerusakan alam. Nantinya limbah pakaian yang sudah terkumpul akan di kirim ke perusahaan pihak ke tiga yang bergerak di bidang tekstil untuk diolah menjadi benang baru.

"Semua jenis pakaian kami terima, termasuk pakaian dalam. Perbulannya kami biasa menerima 300 kg sampah. Lumayan banyak sekali. Ada petugas yang akan memilah jenis kain dan warnanya sebelum diproses menjadi benang baru. Meski rumit dan masih manual pengerjaannya, kami di Bank Sampah tetap konsisten melayani masyarakat," ujar Rizana.

Menurut laman Ekonomi Sirkular, limbah tekstil di Indonesia mencapai jutaan ton per tahun. Sebanyak 87% masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA), sebagian kecil didaur ulang, dan sisanya menjadi residu yang tidak dapat terurai. Apabial sampah kain dibakar maka akan dihasilkan emisi gas beracun, sementara zat pewarnanya bisa mencemari air dan tanah.

Menurut Rizana, krisis lingkungan merupakan hal nyata yang harus dihadapi manusia. Untuk itu diperlukan solusi segera dan mendesak. Bank sampah menjadi garda terdepan untuk memutus mata rantai pencemaran limbah pakaian. Melalui layanan Kainku, Bank Sampah berharap masyarakat akan terbantu dan pemerintah bisa menjadikannya sebagai program unggulan daerah yang menyasar semua kalangan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....