Dirjen Imigrasi Minta Jajaran Hilangkan Budaya Kerja Lama
- 10 Jun 2026 13:47 WIB
- Kediri
Poin Utama
- Direktur Jenderal (Dirjen) Imigrasi, Hendarsam Marantoko mengimbau seluruh jajaran Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi untuk menghilangkan budaya kerja lama
- 'Imigrasi untuk Rakyat' lahir karena harus mendekatkan diri dan menghilangkan jarak dengan masyarakat
RRI.CO.ID, Kediri - Direktur Jenderal (Dirjen) Imigrasi, Hendarsam Marantoko mengimbau seluruh jajaran Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi untuk menghilangkan budaya kerja lama. "Mari kita melaksanakan langkah konkret (action plan) dalam rangka meningkatkan integritas pelayanan publik," kata Direktur Jenderal Imigrasi, Hendarsam Marantoko, saat memberikan pengarahan kepada seluruh petugas Imigrasi di seluruh, 9 Juni 2026.
Ia menyatakan, terkait kasus hukum beberapa waktu lalu, akan menyerahkan sepenuhnya proses hukum yang sedang berjalan kepada aparat penegak hukum (APH). "Mulai minggu ini, saya minta semua jajaran kembali fokus pada tugas, fungsi, dan program-program yang sudah dicanangkan. Pelayanan kepada masyarakat harus berjalan optimal," ujarnya.
Hendarsam mengakui, krisis kali ini menjadi salah satu pukulan terbesar bagi organisasi. Kendati demikian, ia meminta momentum ini dijadikan ruang refleksi total untuk menghapus praktik dan budaya kerja masa lalu yang tidak sesuai.
"Zaman sudah berubah, dan tuntutan masyarakat saat ini telah berubah. Tidak ada hak istimewa (privilege) bagi siapapun untuk melakukan pelanggaran," kata Hendarsam.
Ia menekankan, fungsi pelayan publik bersentuhan langsung dengan masyarakat, sehingga sangat rentan terhadap komplain dan kritik. Kerentanan tersebut harus dijawab dengan penguatan mental aparatur untuk merespons setiap keluhan dengan cepat dan transparan.
"Ditjen Imigrasi memiliki sumber daya manusia yang unggul, namun kapasitas tersebut harus dibarengi dengan integritas yang kuat agar organisasi dapat kembali berdiri tegak," katanya.
Hendarsam melanjutkan, bahwa orientasi utama Imigrasi adalah memangkas jarak dengan masyarakat. Segala bentuk kecemburuan sosial atau persepsi negatif publik harus dijawab dengan perubahan sikap dan komitmen pelayanan yang nyata.
"Gagasan 'Imigrasi untuk Rakyat' lahir karena kita harus mendekatkan diri dan menghilangkan jarak dengan masyarakat. Fokus kita sekarang adalah membuktikan komitmen itu, merebut kembali kepercayaan publik, dan memastikan bahwa setiap kerja Imigrasi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh rakyat," katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....