Mahfud MD Ajak Ma'had Aly Lirboyo Pahami Sejarah UUD 1945
- 08 Jun 2026 15:31 WIB
- Kediri
Poin Utama
- Prof. Dr. Moh. Mahfud MD mengajak santri Ma'had Aly Lirboyo Kediri untuk lebih memahami sejarah UUD 1945
RRI.CO.ID, Kediri - Prof. Dr. Moh. Mahfud MD mengajak santri Ma'had Aly Lirboyo Kediri untuk lebih memahami sejarah UUD 1945. Pernyataan ini disampaikan Mahfud MD saat menghadiri kuliah umum di Aula Muktamar Lirboyo, Kota Kediri, Senin, 8 Juni 2026.
Pada kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 13.00 WIB itu, mengangkat tema 'Sejarah Intelektual UUD 1945: Pergulatan Gagasan Para Founding Fathers hingga Amandemen Konstitusi'. Dalam sambutannya, Mahfud MD menjelaskan, bahwa konstitusi Indonesia lahir melalui proses pergulatan intelektual yang panjang dan mendalam, tidak semata-mata didorong oleh semangat kemerdekaan.
"Perdebatan dan pertukaran gagasan tersebut berlangsung dalam berbagai forum penting, seperti BPUPKI, Panitia Sembilan, dan PPKI, yang menjadi ruang dialog bagi beragam pandangan mengenai dasar negara dan sistem ketatanegaraan Indonesia," katanya.
Menurut Mahfud MD, lahirnya dasar negara Indonesia merupakan hasil kompromi prismatik yang mampu mengakomodasi berbagai aspirasi dan kepentingan yang berkembang di tengah masyarakat. "Oleh sebab itu, Pancasila dan UUD 1945 merupakan konsensus kebangsaan yang lahir dari proses dialog, perdebatan, dan pencarian titik temu di antara para pendiri bangsa," katanya.
Lebih lanjut, Mahfud MD menegaskan, bahwa sebagaimana Piagam Madinah menjadi landasan kehidupan bersama bagi masyarakat Madinah yang majemuk, UUD 1945 menjadi fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia. "Keduanya mencerminkan pentingnya kesepakatan bersama, persatuan, dan kemaslahatan sebagai prinsip utama dalam membangun tata kehidupan bermasyarakat dan bernegara," kata Mahfud.
Sementara itu, dalam kegiatan serupa, Pimpinan Ma'had Aly Lirboyo, KH. Dahlan Ridlwan, menyampaikan, bahwa tema kuliah umum tersebut sangat relevan dengan kajian Fikih Kebangsaan yang menjadi salah satu konsentrasi keilmuan di Ma'had Aly Lirboyo. Ia berharap, para mahasantri dapat menyerap sekaligus mengembangkan wawasan yang diperoleh dari forum ilmiah tersebut. Dengan demikian, mereka mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan peradaban Indonesia yang berlandaskan nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin.
"Pemahaman terhadap sejarah dan perkembangan konstitusi Indonesia akan membantu generasi muda melihat bagaimana nilai-nilai keadilan, musyawarah, persatuan, serta penghormatan terhadap martabat manusia. Hal ini senantiasa menjadi titik temu antara ajaran Islam dan kehidupan berbangsa serta bernegara," katanya.
Kuliah umum ini, lanjutnya, diikuti oleh 6.351 mahasantri, yang terdiri atas 6.040 mahasantri Marhalah Ula dan 311 mahasantri Marhalah Tsaniyah. Antusiasme peserta menunjukkan besarnya perhatian kalangan pesantren terhadap penguatan wawasan kebangsaan dan konstitusi sebagai bagian integral dari pengembangan tradisi keilmuan Islam.
Melalui penyelenggaraan kuliah umum ini, Ma'had Aly Lirboyo menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan ruang-ruang dialog intelektual yang mempertemukan khazanah keilmuan Islam dengan dinamika kebangsaan, dalam rangka melahirkan ulama dan intelektual yang berwawasan luas serta mampu menjawab tantangan zaman.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....