SD dan SMP Negeri di Kabupaten Kediri Siap Terapkan Sekolah Lima Hari

  • 04 Jun 2026 14:35 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Kediri – Sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) negeri di Kabupaten Kediri menyatakan kesiapan rencana penerapan sekolah lima hari yang disiapkan Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Dinas Pendidikan. Kebijakan tersebut diharapkan dapat memberikan ruang lebih luas bagi siswa untuk berkumpul dan berinteraksi bersama keluarga, khususnya orang tua.

Kepala SMN 2 Pare, Kabupaten Kediri, Niam Isbat Futhona, Kamis, 4 Juni 2026 menjelaskan pihaknya siap melaksanakan wacana lima hari sekolah. Karena dalam pelaksanaan nantinya siswa akan mendapat tambahan belajar disekolah satu jam dari hari Senin hingga Jumat.

“Wacananya untuk SMP akan ujicoba tahun ajaran baru ini bulan Juli sudah mulai diberlakukan bagi siswa di sekolah. Untuk SD, karena kesiapan antar satu Lembaga berbeda, mungkin masih diuji cobakan pada beberapa sekolah,” ujarnya.

Sementara Muh. Ardhie Syifa, Kepala SDN Gadungan I, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri mengatakan jika sekolah lima hari diterapkan, maka hari Sabtu akan diisi dengan kegiatan sektrakurikuler. Sekolah juga akan melakukan pertemuan dengan wali murid, terkait pelaksanaan sekolah lima hari bagi jenjang sekolah dasar agar tidak terjadi kesalahpahaman.

“Dari Lembaga kita sudah menyiapkan kalau memang lima hari kerja, nanti untuk hari Sabtu kita isi dengan kegiatan ekstrakurikuler. Kalau disini ektranya ada menggambar, tari, atletik atau lari, kemudian pramuka dan computer,” ucapnya.

Isbat Futhona menambahkan bahwa skema lima hari Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) siswa SMP akan diuji coba setelah pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027. Dalam pola tersebut, kegiatan belajar berlangsung mulai Senin hingga Jumat dengan penyesuaian jam pulang sekolah.

“Dengan anak lima hari sekolah, hari Sabtunya anak-anak bisa lebih konsentrasi untuk mengembangkan kegiatan ekstra yang diminati,” katanya. Ia menilai kebijakan lima hari sekolah dapat meningkatkan kualitas kebersamaan siswa dengan keluarga tanpa mengurangi efektivitas pembelajaran.

Selain itu, sekolah memiliki kesempatan mengoptimalkan proses belajar pada hari aktif dan memberikan waktu akhir pekan yang lebih berkualitas bagi peserta didik. Hal ini penting untuk penguatan pendidikan karakter, karena keluarga merupakan lingkungan pendidikan pertama bagi anak.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....