Bulog Didorong Optimalkan Serapan Gabah Petani Jombang

  • 31 Mei 2026 14:47 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Jombang – Pemerintah Kabupaten Jombang meminta Perum Bulog untuk meningkatkan penyerapan gabah petani secara maksimal guna menjaga kestabilan harga di tingkat petani. Upaya ini dinilai penting karena produksi padi di Jombang terus mengalami peningkatan dan menghasilkan surplus yang cukup besar, sehingga diperlukan dukungan pasar agar hasil panen tetap memiliki nilai jual yang menguntungkan.

Kabupaten Jombang saat ini menjadi salah satu daerah penghasil padi utama di Jawa Timur. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025, Jombang berhasil masuk dalam jajaran delapan besar daerah penghasil padi di provinsi tersebut. Produksi beras tercatat mencapai 257.942 ton, sementara kebutuhan konsumsi masyarakat hanya sekitar 149.237 ton.

Bupati Jombang, Warsubi, mengungkapkan bahwa kondisi tersebut membuat daerahnya mencatat surplus beras sebesar 108.705 ton. Jumlah itu meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun 2024.

"Kita mengalami surplus beras sebesar 108.705 ton, melonjak dua kali lipat lebih dibanding tahun 2024. Ini bukti kerja keras petani dan keberhasilan mekanisasi pertanian yang kita dorong," ujar Warsubi, Minggu, 31 Mei 2026.

Menurutnya, peningkatan produksi harus diiringi dengan jaminan pasar yang mampu menyerap hasil panen petani. Dengan demikian, petani tidak hanya berhasil meningkatkan produktivitas, tetapi juga memperoleh keuntungan yang layak dari hasil usahanya.

Ia menegaskan bahwa peran Bulog sangat penting dalam menjaga keseimbangan pasar, terutama saat musim panen raya ketika pasokan gabah melimpah. Penyerapan yang optimal diharapkan dapat mencegah penurunan harga yang berpotensi merugikan petani. "Kami berharap seluruh hasil panen petani dapat terserap dengan baik sehingga harga tetap stabil dan kesejahteraan petani dapat terus terjaga," katanya.

Sebagai bentuk perlindungan terhadap petani, pemerintah menetapkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah kering panen sebesar Rp6.500 per kilogram. Kebijakan tersebut menjadi jaring pengaman agar harga gabah tidak mengalami penurunan tajam ketika produksi meningkat.

Selain memberikan kepastian harga, Bulog Kantor Cabang Mojokerto juga siap menyerap produksi gabah dan beras dari wilayah Jombang. Langkah ini sekaligus mendukung penguatan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) guna menjaga ketahanan pangan nasional.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Jombang, Bambang Sriyadi, mengatakan bahwa pengelolaan sektor perberasan tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi, tetapi juga mencakup pengelolaan stok serta distribusi pangan yang efektif.

"Yang harus dijaga bukan hanya tingginya produksi, tetapi juga kelancaran penyaluran hasil panen agar dapat mendukung stabilitas pangan dan perekonomian masyarakat," ujarnya.

Menurut Bambang, keberhasilan kebijakan perberasan sangat bergantung pada kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, Bulog, pelaku usaha penggilingan padi, hingga kelompok tani. Selain itu, sinkronisasi data antara BPS dan Dinas Pertanian menjadi faktor penting agar setiap kebijakan yang diambil benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan.

Dengan surplus beras yang terus meningkat, Jombang memiliki kontribusi strategis dalam mendukung ketahanan pangan Jawa Timur maupun nasional. Karena itu, optimalisasi penyerapan gabah oleh Bulog diharapkan tidak hanya memperkuat Cadangan Beras Pemerintah, tetapi juga memberikan kepastian pasar dan menjaga kesejahteraan petani sebagai pelaku utama sektor pertanian.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....