Parade Sepeda Nusantara IV di Candi Tegowangi Kediri Dimeriahkan 3.500 Ontelis
- 31 Mei 2026 14:20 WIB
- Kediri
Poin Utama
- Memperingati Hari Jadi Kabupaten Kediri ke-1222, sebanyak 3.500 pesepeda dari berbagai daerah di Indonesia memeriahkan ajang Parade Sepeda Tua Nusantara ke-IV di Pelataran Candi Tegowangi, Kabupaten Kediri
- Di tempat itu, terlihat berbagai ontelis usia anak-anak hingga lanjut usia ikut meramaikan, dengan penampilan beragam dan kreatif
RRI.CO.ID, Kediri - Memperingati Hari Jadi Kabupaten Kediri ke-1222, sebanyak 3.500 pesepeda dari berbagai daerah di Indonesia memeriahkan ajang Parade Sepeda Tua Nusantara ke-IV di Pelataran Candi Tegowangi, Kabupaten Kediri. Pada ajang bertajuk Ngontel Bareng Masbup Kediri, Aji, Panitia Acara menyebutkan, secara keseluruhan, para ontelis ini mempunyai antusias yang besar dalam menyukseskan kegiatan tersebut.
"Apalagi, perhelatan itu digelar dengan dimeriahkan Lomba Karnaval, bertema Kerajaan. Bahkan, dapat diikuti secara beregu maupun perorangan," kata Aji, Minggu, 31 Mei 2026.
Mengenai peserta, sebut Aji, mereka datang dari dalam Kota Kabupaten Kediri, Kertosono Nganjuk, Banyuwangi, Bojonegoro, Lamongan, Lumajang, Malang, Madiun, dan Mojokerto. "Selain itu, ada juga peserta dari Banyumas, Yogyakarta, Pulau Madura dan Bali," kata Aji.
Sementara itu, pada agenda serupa, Mujiyem, seorang pengunjung Parade Sepeda Tua Nusantara ke-IV di Pelataran Candi Tegowangi, Kabupaten Kediri, asal Desa Gedangsewu, Kabupaten Kediri, menyebutkan, sangat senang bisa melihat langsung kegiatan tersebut. "Saya dan suami memang sengaja datang dari jauh untuk menyaksikan sejumlah ontelis, yang tampil dengan kostum dan penampilan unik. Seru sekali acara seperti ini, selain bisa meningkatkan kesehatan, tapi juga bisa jadi hiburan," kata Mujiyem.
Pada kesempatan ini, Sujatmiko, perwakilan Panitia Parade Sepeda Nusantara mengemukakan, dalam kegiatan tersebut para pesepeda menempuh jarak 14 kilometer. "Di tempat ini, terlihat berbagai ontelis usia anak-anak hingga lanjut usia ikut meramaikan, dengan penampilan beragam dan kreatif. Sangat meriah acara tahun ini, dibandingkan tahun sebelumnya," katanya.
Sujatmiko melanjutkan, ada yang memakai kostum petugas kepolisian, lalu peserta yang memakai pakaian abdi dalem kerajaan, pakaian adat sejumlah daerah, pakaian cowboy, sampai memasang tengkorak kepala sapi, sound system, bendera komunitas sepeda tua, seperti KOSTI, PAJERO, dan ada yang memasang Bendera Merah Putih di sepeda mereka.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....