KAI Tata Perwajahan Stasiun Madiun, Terapkan Peron Tinggi dan Overcapping

  • 30 Mei 2026 11:34 WIB
  •  Kediri
Poin Utama
  • PT KAI Daop 7 Madiun menata kembali perwajahan Stasiun Madiun, dengan melakukan pembaruan fasilitas
  • Dengan fasilitas ini, penumpang lansia, penyandang disabilitas, ibu hamil, anak-anak, serta penumpang dengan barang bawaan berat dapat menggunakan layanan dengan lebih mudah dan aman

RRI.CO.ID, Kediri - PT KAI Daop 7 Madiun menata kembali perwajahan Stasiun Madiun, dengan melakukan pembaruan fasilitas. "Saat ini telah memasuki tahap penataan ulang fasilitas. Bahkan, pembaruan dilakukan secara bertahap di beberapa titik untuk menyesuaikan kebutuhan penumpang kereta api," kata Manajer Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, dalam keterangannya Sabtu, 30 Mei 2026.

Salah satu perubahan utama, jelas Tohari, adalah pembangunan peron tinggi. Ketinggian peron disamakan dengan lantai kereta agar penumpang tidak perlu menaiki tangga saat naik-turun.

"Perubahan ini berlaku untuk seluruh rangkaian kereta yang berhenti di Stasiun Madiun. Peron tinggi dirancang untuk meningkatkan aksesibilitas," kata Tohari.

Dengan begitu, yakin Tohari, penumpang lansia, penyandang disabilitas, ibu hamil, anak-anak, serta penumpang dengan barang bawaan berat dapat menggunakan layanan dengan lebih mudah dan aman. "Selain peron, area parkir stasiun juga ditata ulang. Penataan dilakukan untuk memisahkan jalur kendaraan pengantar, penjemput, dan pengguna jasa. Tujuannya agar arus lalu lintas di depan stasiun lebih tertib. Kepadatan kendaraan di jam keberangkatan dan kedatangan kereta selama ini menjadi catatan," katanya.

Ia optimistis, dengan penataan baru, diharapkan antrean kendaraan berkurang dan akses menuju pintu masuk stasiun lebih lancar. Di area peron, dipasang struktur atap peneduh atau overcapping.

"Atap ini dipasang memanjang di sepanjang peron untuk melindungi penumpang dari hujan dan panas matahari saat menunggu kereta datang. Overcapping juga dioptimalkan sebagai tempat pemasangan fasilitas penunjang," katanya.

Apalagi, papan informasi digital dan penerangan tambahan dipasang di beberapa titik agar informasi perjalanan lebih mudah diakses penumpang. Pembaruan juga menyentuh ruang tunggu penumpang. Area tunggu diperluas dan ditata ulang agar kapasitasnya sesuai jumlah penumpang di jam sibuk.

"Tak hanya itu, bangku tunggu ditambah dan ditata agar sirkulasi penumpang tidak terhambat.Fasilitas sanitasi turut diperbarui. Toilet umum diperbaiki dan jumlahnya ditambah," katanya.

Lebih lanjut, ia mengemukakan, perbaikan dilakukan untuk menjaga kebersihan dan kenyamanan penumpang selama berada di stasiun. Secara keseluruhan, penataan Stasiun Madiun mengacu pada standar pelayanan minimum transportasi publik. Pembaruan fasilitas diharapkan dapat mendukung kelancaran perjalanan dan meningkatkan rasa aman bagi masyarakat pengguna kereta api.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....