Distribusi Daging Kurban Ponpes Tebuireng Gunakan Besek Bambu
- 28 Mei 2026 19:28 WIB
- Kediri
RRI.CO.ID, Jombang - Pondok Pesantren Tebuireng, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, mendistribusikan ribuan paket daging kurban menggunakan besek bambu pada perayaan Iduladha 1447 Hijriah. Penggunaan kemasan tradisional tersebut dipilih sebagai upaya mengurangi penggunaan plastik sekaligus mendukung konsep pembagian daging kurban yang lebih ramah lingkungan.
Sebanyak 35 hewan kurban berupa sapi dan kambing disembelih di lingkungan pesantren tahun ini. Hewan kurban tersebut berasal dari berbagai pihak, mulai pejabat negara, pengurus organisasi, pengasuh pesantren, hingga wali santri. Daging hasil penyembelihan kemudian disalurkan kepada masyarakat sekitar dan para santri yang berada di lingkungan pondok.
Perwakilan Panitia Kurban Tebuireng, Lukman Hakim, mengatakan jumlah hewan kurban yang diterima tahun ini menjadi berkah bagi pesantren dan masyarakat sekitar karena manfaatnya dapat dirasakan lebih luas. Menurutnya, distribusi daging tidak hanya ditujukan bagi keluarga besar pesantren, tetapi juga warga di sekitar kawasan Tebuireng.
"Tahun ini terdapat 35 hewan kurban yang kami sembelih, ditambah beberapa ekor kambing. Ini menjadi kebahagiaan bagi kami karena manfaat kurban bisa dirasakan bersama, baik oleh keluarga besar Tebuireng maupun masyarakat sekitar," ujar Lukman, Kamis, 28 Mei 2026.
Ia menjelaskan, salah satu hewan kurban yang diterima berasal dari Presiden Prabowo Subianto dengan bobot hampir satu ton. Selain itu, terdapat pula bantuan hewan kurban dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, pengasuh pesantren, PWNU, dan para wali santri.
"Alhamdulillah, tahun ini kami menerima sapi kurban dari Presiden dengan bobot mendekati satu ton. Selain itu ada pula bantuan dari Ibu Gubernur Jawa Timur, pengasuh pesantren, PWNU, serta para wali santri yang turut mempercayakan hewan kurbannya kepada Tebuireng," katanya.

Menurut Lukman, penggunaan besek bambu dipertahankan karena dinilai lebih ramah lingkungan dibandingkan kemasan plastik sekali pakai. Selain mengurangi limbah, besek juga dianggap mampu menjaga kualitas daging selama proses distribusi kepada masyarakat. Tahun ini, panitia memperkirakan lebih dari 2.000 paket daging kurban akan dibagikan menggunakan kemasan tersebut.
Selain sebagai pelaksanaan ibadah, kegiatan kurban juga dimanfaatkan sebagai sarana pendidikan karakter bagi santri. Panitia berharap momentum Iduladha dapat menumbuhkan nilai kepedulian sosial, keikhlasan, dan semangat berbagi kepada sesama.
"Kami ingin para santri memahami bahwa kurban bukan hanya tentang menerima manfaat, tetapi juga belajar memberi dan peduli terhadap orang lain. Nilai-nilai itulah yang ingin kami tanamkan melalui kegiatan ini," ucapnya.
Di lingkungan pesantren, tradisi makan bersama juga tetap dilaksanakan setelah proses distribusi daging. Kegiatan yang dikenal sebagai sate berjamaah tersebut menjadi agenda rutin setiap Iduladha untuk mempererat hubungan antar-santri. "Selain pembagian daging kepada masyarakat, ada pula tradisi makan bersama yang selalu kami laksanakan saat Iduladha sebagai sarana memperkuat kebersamaan di lingkungan pesantren," jelasnya.
Panitia menargetkan seluruh proses penyembelihan hingga distribusi daging kurban dapat diselesaikan dalam waktu tiga hari. "Kami berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat selesai dalam tiga hari sehingga penyaluran kepada masyarakat berjalan sesuai target," katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....