Flyover Mengkreng Diusulkan Mulai Dibangun 2027
- 27 Mei 2026 21:33 WIB
- Kediri
RRI.CO.ID, Jombang - Rencana pembangunan flyover di Simpang Mengkreng, Kabupaten Jombang, mulai memasuki tahap pembahasan lanjutan antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat. Proyek senilai Rp715 miliar itu diproyeksikan menjadi solusi untuk mengurai kemacetan di jalur penghubung Kabupaten Jombang, Nganjuk, dan Kediri yang selama ini kerap mengalami kepadatan kendaraan.
Simpang Mengkreng selama ini dikenal sebagai salah satu titik kemacetan terpadat di Jawa Timur karena menjadi jalur utama kendaraan dari arah Surabaya menuju wilayah barat dan selatan, seperti Kediri, Nganjuk, hingga Madiun.
Bupati Jombang, Warsubi, mengatakan pembangunan flyover di kawasan tersebut diharapkan mampu memperlancar arus kendaraan yang selama ini sering tersendat, terutama saat musim mudik dan libur panjang. “Konsep pembangunan lebih difokuskan pada fungsi utama untuk mengurangi kepadatan lalu lintas sehingga mobilitas masyarakat bisa lebih lancar,” kata Warsubi, Rabu, 27 Mei 2026.
Ia menjelaskan, proyek tersebut masih memerlukan sejumlah tahapan lanjutan, termasuk pembebasan lahan yang luasannya diperkirakan mencapai lebih dari 50 ribu meter persegi. Untuk wilayah Kabupaten Jombang sendiri, lahan terdampak diperkirakan sekitar 17 ribu meter persegi.
Menurut Warsubi, pembahasan mengenai pembiayaan pembebasan lahan juga masih terus diselaraskan agar pelaksanaan proyek dapat berjalan sesuai rencana.
“Harapannya pembangunan flyover ini bisa segera terealisasi karena kebutuhan penanganan kemacetan di Mengkreng sudah sangat mendesak,” ujarnya.
Selain pembangunan infrastruktur utama, pemerintah daerah juga mulai menyiapkan pembahasan teknis terkait jalur akses dan konektivitas antarwilayah agar proyek tersebut nantinya benar-benar efektif mengurai kepadatan kendaraan.
Berdasarkan rancangan awal, jalur flyover direncanakan membentang dari wilayah Jombang dengan dua jalur keluar menuju arah Kabupaten Kediri dan Kabupaten Nganjuk.
Selama ini, Simpang Mengkreng menjadi titik transit kendaraan logistik maupun kendaraan pribadi antarkabupaten. Tingginya volume kendaraan membuat kawasan tersebut kerap mengalami antrean panjang, terutama pada jam sibuk dan momentum arus mudik Lebaran.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....